Ditemukan Positif COVID-19 di Muna, Mubar Tingkatkan Kewaspadaan

Dengarkan Versi Suara
Bupati Muna Barat Rajiun Tumada

 

DINAMIKASULTRA,LAWORO-Terkuaknya kabupaten Muna positif Covid-19 sebanyak 7 orang oleh Gugus Tugas Provinsi, juga membuat Bupati Muna Barat (Mubar) La Ode M Rajiun Tumada ambil sikap. Kini, ia mengambil langkah dengan meningkatkan kewaspadaan dini terintegrasi.

Hal itu dilakukan, untuk mencegah penyebaran virus Corona di daerah otoritasnya. Apalagi, Muna dan Mubar merupakan daerah yang beririsan dan satu kesatuan.

Bupati Mubar La Ode M Rajiun Tumada mengatakan, dengan adanya informasi dimedia sosial bahwa di kabupaten Muna terpapar Covid-19 sebanyak 7 orang, maka langkah yang diambil dengan penanganan secara dini terintegrasi tanpa adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Mubar tidak jauh dari Muna. Kendari, dua orang terpapar, luar biasa gerakan lockdown. Tapi kita tidak ambil langkah itu. Saya kira penanganannya dengan pencegahan dini terintegrasi,” kata Bupati Mubar La Ode M Rajiun Tumada Senin (18/4).

Peningkatan pencegahan secara dini, lanjut Rajiun Tumada, ada peningkatan tugas-tugas yang selama ini, telah dilakukan. Baik itu, gugus tugas kabupaten, kecamatan maupun desa. Artinya, penyemprotan disinfektan yang selama ini dilakukan dua kali maka ditingkatkan menjadi tiga kali.

“Jadi, ada peningkatan tambahan operasi yang sudah kita rapatkan tadi. Pelaksanaannya 1×24 jam selama dua minggu. Kalau dimungkinkan waktunya ditambah, kita akan tambah. Tapi, sekarang kita lakukan selama 2 minggu dulu mengikuti masa inkubasi pencegahan Covid-19,” terang mantan Kasat Pol PP Pemprov era Nur Alam ini.
Sebagai daerah sentral keluar dan masuknya pengunjung, baik jalur darat, laut dan udara, maka Pemkab perlu melakukan upaya-upaya pencegahan sedini mungkin. Apalagi Muna dan Mubar, bisa diakses dengan berjalan kaki. Makanya, pencegahan dilakukan masif di tiga wilayah besar dengan melakukan penyemprotan, tes suhu tubuh serta pencatatan riwayat perjalanan, disetiap sudut wilayah Mubar yang berbatasan dengan Muna.

Masih kata Rajiun, untuk wilayah Lawa Raya diintensifkan penjagaannya di Wamelai, Lasosodo hingga Lailangga. Kemudian, Tiworo Raya, mulai Wapae Jaya, Mekar Jaya serta Kusambi Raya dari Kusambi sampai Guali.

“Sekali lagi, kita coba lakukan dalam rangka peningkatan, kesiap-siagaan dalam bentuk kewaspadaan. Ya kita libatkan semua instansi. Kalau perlu kita sediakan rapid test. Tapi saat ini kita hanya miliki 20 saja. Yang terpakai baru lima,” jelasnya.

Disamping itu, Pemkab juga menerapkan peningkatan operasi pelaksanaan himbauan Pemerintah Pusat, Provinsi bahkan Kabupaten. Dengan tetap menjaga jarak, tak boleh berkerumun, menggalakkan penggunaan masker, serta hidup sehat dan bersih.

“Jadi pencegahan ini kan harus betul-betul. Dari sisi administrasi kan, ada yang kerja di Muna bagi warga Mubar. Begitu warga Muna kerja di Mubar. Inilah yang mesti kita kita lakukan dengan peningkatan kewaspadaan dini,” jelas Rajiun menegaskan.

Rajiun juga berterima kasih terhadap Pemprov, yang selama ini membantu Pemkab Mubar dalam penanganan Corona.

“Sudah ada lagi bantuan dua pcs baju astronot serta ada juga baju lain yang ukurannya sederhana. Serta bantuan masker. Atas nama pemerintah kabupaten Muna Barat, kami ucapkan terima kasih pada bapak Gubernur Ali Mazi atas bantaunnya di 17 kabupaten/kota, salah satunya Muna Barat,” pungkasnya. (DS/Klick)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar