KBM UHO Demo Tuntut Penurunan UKT

Dengarkan Versi Suara
Aksi demo mahasiswa di gedung Rektorat UHO Senin (22/6) menuntut penurunan UKT

 

 

DINAMIKASULTRA.COM, KENDARI- Pandemik COVID-19 yang melanda dunia saat ini sudah mempengaruhi seluruh tatanan sendi-sendi kehidupan masyarakat baik dari segi kesehatan, pendidikan maupun ekonomi.

Akibat dampak virus ini membuat ruang gerak masyarakat terbatas, alhasil perputaran roda ekonomi terbilang lambat. Hal ini dirasakan betul oleh mahasiswa yang orang tuanya kurang mampu apa lagi saat ini mahasiswa tengah diperhadapkan dengan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang seharusnya mahasiswa bisa mendapat dispensasi akibat dampak virus covid-19 ini.

Hal itulah yang membuat Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Halu Oleo (UHO) melakukan aksi demonstrasi terkait kebijakan Rektor UHO Prof. Muhammad Zamrun, mengenai pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Aksi demonstrasi ini digelar mulai dari pintu gerbang kampus menuju halaman Rektorat UHO, dengan masa aksi kurang lebih 500 orang, Senin (22/06/2020).

Presiden Mahasiswa UHO Pandyi Priyono mengatakan bahwa ditengah masa pandemi corona mestinya birokrasi Kampus mengambil kebijakan setidaknya memberikan dispensasi mengenai pembayaran UKT Mahasiswa UHO.

“Penerapan UKT berdasarkan UU No. 12 Tahun 2012 tentang Penerapan UKT itu berlaku dikondisi normal. Saat ini masih kondisi pandemi dan kita semua terdampak. Harusnya Ada kebijakansanaan dari Rektor,” Kata Pandyi kepada awak media Dinamikasultra.

Aksi demo mahasiswa di gedung Rektorat UHO Senin (22/6) menuntut penurunan UKT

 

Selain itu Pandyi menjelaskan bahwa sebelumnya telah dilakukan langkah persuasif bersama birokrasi kampus untuk membahas tuntutan mahasiswa mengenai penurunan UKT, akan tetapi tidak ada titik temu pada pertemuan itu, oleh karenanya aksi merupakan langkah yang sangat ideal untuk menyuarakan tuntutan kami.

Lanjut Pandyi mengatakan juga ada 2 tuntutan dalam aksi demontrasi tersebut yaitu Transparansi Anggaran Biaya Kuliah Tinggal (BKT) dan penjaminan kegiatan Kelembagaan Mahasiswa selama pandemi.

“Anggaran Lembaga Mahasiswa itu berasal dari alokasi pembayaran UKT Mahasiswa. Menjadi wajib dalam pengeloaan anggaran tersebut harus transparan. Dasarnya jelas, ada Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik,” ujarnya.

Akan tetapi dalam aksi ini tidak berjalan damai yang pada ahirnya berakhir ricuh. Masa aksi dari KBM UHO dipaksa bubar dan dipukul mundur oleh pihak keamanan kampus. Masa aksi pun membubarkan diri dan mengancam akan melanjutkan tuntutannya pada hari Rabu depan dengan membawa masa yang lebih besar.(ds/jab/ono)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar