Banjir Surut, Warga Konawe Utara Mulai Bersihkan Rumahnya

Dengarkan Versi Suara
Rumah warga yang terdampak banjir akibat meluapnya sejumlah sungai di Konawe Utara karena tingginya intensitas hujan di daerah tersebut. (ds/ant/HO-Basarnas Kendari)

 

DINAMIKASULTRA.COM,KONAWE UTARA-Warga di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, mulai membersihkan lumpur yang ada di rumahnya menyusul surutnya genangan air akibat banjir yang melanda daerah tersebut beberapa hari lalu.

Komandan Pos SAR Kabupaten Konawe Utara, Dedi Irawan, ketika dihubungi dari Kendari, Rabu, mengatakan, rata-rata ketinggian air yang ada sekarang ini sudah di bawah 0,5 meter dari ketinggian semula saat banjir.

“Rata-rata banjir sudah surut sampai 70 centimeter seperti di Desa Puuwanggudu Kecamatan Asera sehingga hal itu dimanfaatkan warga untuk membersihkan lumpur yang masuk ke rumahnya akibat banjir,” katanya.

Menurut dia, warga memang belum permanen kembali ke rumahnya dan mereka masih berada di tempat pengungsian yaitu di tempat hunian sementara yang dibangun pemerintah daerah setempat. Jadi, siang hari mereka membersihkan rumahnya kemudian sore hari kembali ke tempat pengungsian.

Menyingggung soal kondisi tiga desa yang sempat terisolasi yaitu Desa Tambakua (Kecamatan Landowia) serta Desa Sambandete dan Desa Puuhialu di Kecamatan Ohea, Dedi Irawan mengatakan, sampai Selasa (23/6) sore masih belum bisa dilewati kendaraan roda empat karena akses jalan masuk ketiga desa itu masih tergenang air.

Masyarakat, kata, dia menggunakan alat transportasi rakit karena kendaraan roda empat belum bisa masuk ke tiga desa tersebut. Tetapi, melihat cuaca hari ini atau Rabu di Konawe Utara yang cerah tentu saja akan surut sehingga diharapkan akses jalan bisa dilalui kendaraan roda empat.

Sampai sekarang ini jumlah warga yang mengungsi mencapai 1.211 kepala keluarga yang terdiri dari 2.287 jiwa. Mereka tersebar di berbagai desa di enam kecamatan yang terdampak banjir yaitu Kecamatan Andowia, Kecamatan Wiwirano, Kecamatan Langgikima, Kecamatan Landawe, Kecamatan Oheo, dan Kecamatan Asera.

Di Kecamatan ada lima desa yang terdampak banjir yaitu Desa Puusuli (90 kk), Desa Puuwanua (99 kk), Desa Laronanga (88 kk), Desa Labungga (90 kk), dan Kelurahan Andowia (19 kk). Di Kecamatan Wiwirano ada Desa Pondoa (70 kk), Lamonae Utama (30 kk), Desa Padalere Utama (98 kk), UPT Trans Padelere (85 kk).

Kemudian di Kecamatan Langgikima meliputi Desa Polara Indah (6 kk), kemudian di Kecamatan Landawe terdiri dari Desa Tambakua (79 kk) dan Desa Landiwo (56 kk). Di Kecamatan Asera meliputi Desa Puuwanggudu (102 kk), Alaa Wanggudu (62 kk), Desa Wanggudu Raya (76 kk), Desa Longeo Utama (88 kk), serta Kelurahan Asera (47 kk).

Banjir di Konawe Utara akibat hujan deras yang mengguyur daerah tersebut 13-15 Juni 2020 sehingga mengakibatkan tiga sungai meluap, yaitu Sungai Lalindu, Sungai Landawe, dan Sungai Lasolo. Banjir itu mengakibatkan satu unit masjid di Desa Puuwanggudu terendam air.(ds/ant)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar