Enam Tambahan Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Baubau

Dengarkan Versi Suara

Juru bicara gugus tugas COVID-19 Baubau, dr Lukman (ant)

 

DINAMIKASULTRA.COM,BAUBAU-Gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, mengumumkan lagi tambahan enam pasien terkonfirmasi positif corona virus.

Juru bicara gugus tugas COVID-19 Baubau, dr Lukman, di Baubau, Senin, menyampaikan, enam orang terkonfirmasi positif itu yakni,
inisial LAS dilabel pasien 061 laki-laki (55), inisial WFA (9) perempuan pasien 062, inisial UMK (40) wanita pasien 063, pasien WDF (33) perempuan dilabel pasien 064, inisial NHR (50) wanita pasien 065, dan pasien inisial WDY (23) perempuan pasien 066.

Ke-enam pasien itu, kata dia, setelah pihaknya menerima hasil swab dari laboratorium Bahteramas Kendari.

“Semuan pasien itu akan dikomunikasikan dan rencana akan dirawat dirumah sehat kita,” ujarnya.

Terkait jumlah OTG di Baubau, kata dia, sebanyak 112 orang, ODP 37, dan PDP 6 orang.

“Sembuh tidak ada, dan dalam perawatan 45 orang,” ujar dokter spesialis penyakit dalam ini.

Sedangkan, lanjutnya, satu orang pasien yang beralamat di Kabupaten Muna tetap dilaporkan oleh gugus tugas Muna, hanya pasien dirawat itu di RS Palagimata Baubau.

“Terkait hal-hal tersebut dan masih meningkatnya kasus di daerah kita, kami tetap mengimbau dimasyarakat untuk selalu hati-hati, tetap patuh terhadap imbauan-imbauan pemerintah dan ketat dalam menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Kata dia lagi, dalam satu atau dua pekan kedepan, rekayasa sosial terkait penggunaan maskes, dan penerapan protokol kesehatan akan diterapkan di Kota Baubau, yang tahap awal akan dituju pada kelompok Aparatur Sipil negara (ASN) dan para pedagang di daerah itu.

“Selanjutnya, saya juga mohon kesabarannya pada pasien-pasien kita yang lagi dalam menunggu hasil flow up swabnya,” ujarnya.

dr Lukman pula mengatakan, OPD-OPD atau dinas-dinas, rumah sakit, dan puskesmas, dalam penerapan protokol kesehatannya diharapkan untuk menambah sarana cuci tangan, disamping juga memperbanyak stiker-stiker atau pampflet imbauan dalam upaya penerapan protokol kesehatan.

Kata dia, rumah sakit dan puskesmas akan menjadi contoh bagi OPD-OPD lainnya dalam upaya-upaya penerapan protokol kesehatan.(ant)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar