BI Sebut Sebanyak 3.800 Lembar Uang Pecahan Rp75.000 Sudah Ditukarkan

Dengarkan Versi Suara
Kepala BI Maluku Noviarsano Manullang (kanan) memberikan penjelasan tentang cara melalukan penukaran uang baru pecahan Rp75.000 di Ambon, Selasa (25/8/20) (ant)

 

DINAMIKASULTRA.COM,AMBON-Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Maluku Noviarsano Manullang mengatakan, terhitung sejak hari pertama, Senin tanggal 17 Agustus sampai dengan Selasa, tanggal 25 Agustus 2020, tercatat 3.800 lembar uang rupiah baru pecahan Rp75.000 sudah ditukar masyarakat di Kota Ambon.

“Dilihat dari jumlah yang sudah tertukar sebanyak 3.800 lembar itu karena memang kita layani pertukaran per hari sebanyak 150 lembar,” ujar Manullang di Ambon, Selasa.

Dia mengatakan animo masyarakat yang ingin menukarkan uang tersebut cukup tinggi, apalagi uang yang dicetak pecahan Rp75.000 itu dalam rangka HUT ke-75 Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Warga ingin memiliki uang pecahan baru itu bisa saja untuk koleksi, sehingga mereka ramai-ramai datang ke BI untuk menukar.

Sejak dimulainya kegiatan pertukaran uang tersebut, masyarakat yang datang untuk menukar sudah harus sesuai dengan jadwal yang didapat dari bank, kemudian yang bersangkutan harus menunjukkan KTP, baru dilakukan proses penukaran. Satu KTP satu lembar (satu orang hanya boleh menukar satu lembar saja), dan jadwal itu akan berlangsung sampai dengan tanggal 30 September di BI Maluku.

Noviarsano mengatakan, akibat banyaknya warga masyarakat yang ingin memiliki uang pecahan Ro75.000, maka ada kebijakan baru dari Gubernur Bank Indonesia yakni kolektif, supaya semua warga bisa mendapatkannya.

“Jadi kalau kolektif terdiri dari beberapa orang, minimal 15 orang, satu orang yang koordinir, karena memang penukarannya hanya satu orang satu lembar,” katanya.

Menurut Noviarsano, BI Maluku mendapatkan jatah uang baru Rp75.000 sebanyak Rp33 miliar.

Permohonan penukaran secara kolektif diajukan melalui surat pemberitahuan penukaran uang kepada BI Maluku, disertai dengan foto copy KTP masing-masing orang yang masuk dalam kelompok kolektif itu.

Setelah itu diseleksi, jangan sampai ada KTP yang sudah pernah melakukan penukaran secara perorangan. Bila sudah disetujui maka petugas bank menentukan jadwal (waktu) penukaran.

“Jadi, pada hari penukaran hanya satu orang yang datang untuk mengambil, sebab kita juga harus mengikuti aturan yang ada terkait COVID-19. Petugas bank juga tidak kerepotan karena harus melayani penukaran uang rupiah yang lainnya juga.

Sesuai jadwal, penukaran uang pecahan Rp75.000 di bank-bank yang ada di Kota Ambon selanjutnya akan dilakukan pada awal Oktober, dimulai dari bank BCA, sesuai kesepakatan bersama. (ds/ant)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar