DPRD Buton Utara Ajak PODSI Jaring Atlet Dayung Potensial

Dengarkan Versi Suara
Ilustrasi – Regu dayung Indonesia (kanan) memacu kecepatan pada babak final pertandingan dayung kelas ringan ganda putra Asian Games 2018 di JSC Lake Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (23/8/2018). (ant)

 

DINAMIKASULTRA.COM,KENDARI-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buton Utara mengajak pengurus besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) menjaring cikal bakal atlet dayung di daerah maritim tersebut.

Ketua DPRD Buton Utara, Diwan di Kendari, Kamis mengatakan DPRD bersama pemerintah daerah siap membantu dan mendukung kegiatan penjaringan atlet dayung di wilayah pesisir.

“Penting kami ajak PB PODSI menjaring calon atlet dayung karena anak remaja usia sekolah dasar (SD) di Buton Utara memiliki talenta mendayung,” kata Diwan yang juga politisi dari PAN itu.

Sederet pedayung nasional yang berasal dari Buton Utara menjadi bukti potensi alamiah yang harus dioptimalkan melalui pembinaan berkelanjutan dari daerah hingga ke tingkat nasional.

Pedayung putri nasional Jumina, Justin dan Hatimin era 80-an hingga era 90-an asal Buton Utara tercatat beberapa kali memperkuat tim Indonesia di berbagai ajang tingkat Asia dan kejuaraan dunia.

Saat ini pedayung kayak putri asal Buton Utara Dayuming bercokol di pelatnas dalam rangka persiapan babak prakualifikasi Olimpiade Tokyo 2021.

Regenerasi pedayung asal Buton Utara terus langgeng hingga mengorbitkan pedayung kawakan.

Secara terpisah Ketua PODSI Sultra Abdurrahman Saleh mengatakan pembinaan atlet dayung membutuhkan kolaborasi Kemenpora, KONI, PB PODSI dan swasta peduli olahraga dayung.

“Sultra dikenal sebagai lumbung atlet dayung nasional. Pedayung-pedayung Sultra berbakat alam dengan latar belakang masyarakat pesisir handal, seperti di Buton Utara, Wakatobi, Buton, Muna dan Konawe Utara,” kata Rahman Saleh yang juga Ketua DPRD Sultra.

Ia menyambut baik ide Ketua DPRD Buton Utara yang mengajak pengurus dayung untuk merekrut anak-anak remaja bertalenta dayung di daerah berjuluk “kabupaten organik” tersebut. (ds)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar