Warga Sembuh Dari COVID-19 Di Sultra Tambah 21 Menjadi 8.281

Seorang warga di Kendari, Sulawesi Tenggara mengajak masyarakat menerapkan protokol kesehatan memakai masker dan menjaga jarak sehingga bisa terhindar dari virus COVID-19, Rabu (10/2021).

 

DINAMIKASULTRA.COM,KENDARI-Tim Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Sulawesi Tenggara menyampaikan, pasien sembuh dari infeksi SARS-CoV-2 menjadi 8.281 setelah ada penambahan 21 orang.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Sultra La Ode Rabiul Awal di Kendari, Rabu mengatakan penambahan kasus sembuh hari ini berasal dari tiga daerah.

“Hari ini pasien sembuh (Kota) Kendari 15 orang, (Kabupaten) Kolaka Timur dua orang dan Buton empat orang,” kata Rabiul.

Ia juga menyampaikan, pasien positif baru juga bertambah 18 orang, sehingga total kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di provinsi tersebut menjadi 9.745 orang.

“Rincian kasus positif baru hari Kota Kendari dua orang, Buton Selatan satu orang, Baubau sembilan orang, dan Kolaka Utara enam orang,” jelas Rabiul.

Sementara, kasus meninggal juga bertambah dua orang yakni, perempuan (48) asal Kolaka Timur dan perempuan (53) asal Kolaka Utara, sehingga total menjadi 187 orang.

Sebaran 187 kasus meninggal di Sultra, yakni Kabupaten Kolaka Timur menjadi lima orang, Kolaka Utara menjadi 10 orang, Kolaka 14 orang, Konawe 17 orang, Konawe Selatan 14 orang, Muna 13 orang, Buton dan Bombana masing-masing delapan orang.

Berikutnya, Kabupaten Buton Utara tujuh orang, Buton Selatan tiga orang. Kemudian Wakatobi, Muna Barat, dan Buton Tengah masing-masing dua orang, Kabupaten Konawe Utara dan Konawe Kepulauan masing-masing satu orang, Kota Kendari 57 orang dan Baubau 23 orang.

Oleh karena itu, ia meminta kepada semua pihak yang menjalankan aktivitas agar menaati protokol kesehatan meskipun saat ini telah ada vaksin, guna menekan angka kasus COVID-19 di daerah itu.

“Kita harapkan seluruh masyarakat patuh menerapkan 3M saat menjalankan aktivitas, menggunakan masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir, agar kita bisa menekan angka kasus COVID-19,” kata pria yang akrab disapa Dokter Wayong itu.

Baca Juga !
Tinggalkan komentar