Polisi Gandeng Tokoh Agama Cegah Paham Intoleran-Radikalisme Di Baubau

Jajaran Polres Baubau bersama tokoh lintas agama di Kota Bauabu, Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (2/4/2021). (Foto: Humas Polres Baubau)

 

DINAMIKASULTRA.COM,KENDARI-Polisi di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, menggandeng tokoh agama baik pendeta, pastor, tokoh umat Hindu, Budha dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalam mencegah paham intoleran, radikalisme dan terorisme, khususnya di wilayah tersebut.

Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Humas Polres Bau Bau Iptu Dessy Simon dalam rilisnya yang diterima di Baubau, Jumat, mengatakan pihaknya telah melaksanakan rapat koordinasi dalam rangka menjaga keamanan dari paham-paham yang dapat merusak NKRI, khususnya di wilayah hukum Polres Baubau.

“Ini dalam rangka pencegahan, penangkalan dan pemberantasan paham intoleran, radikalisme dan terorisme di wilayah hukum Polres Baubau,” kata Iptu Dessy.

Ia menyampaikan rapat yang dilaksanakan Kamis (1/4) tersebut diikuti Kapolres Baubau AKP Rio Tangkari, Wakapolres Baubau Kompol Arnaldo Von Bulow, Kabag Ops Polres Baubau AKP Bagio, Kasat Intelkam Polres Baubau Iptu Pradifta Dhanan Jaya, Ketua FKUB Baubau Rusdin, Ketua MUI Bauabu Abdul Rasyid, Ketua NU Baubau Arif Tasilah.

Selanjutnya, Ketua Muhammadiyah Baubau Basri, Ketua Badan Masyawarah Antar Gereja (Bamag) Baubau Pendeta Ronald Marbun, Gereja Khatolik Nieholaks Pegan, Ketua BPMJ Gep Sultra Lelemangura Pendera Tirza Madona, Ketua PDHI adat Karing-Karing I Made Sumadi, dan Yayasan Tionghoa Andry Tenggono.

“Kegiatan tersebut juga sebagai bentuk program kerja 100 hari Pak Kapolri serta menjalin kerjasama antara pemangku agama guna pencegahan penyebaran paham intoleran, radikal dan terorisme di wilayah hukum Polres Baubau,” ujar dia.

Ia menyampaikan hasil rapat tersebut, pertama, semua tokoh agama, NU, MUI, FKUB, dan Bamag (Badan Pengurus antar Gereja) se-Kota Baubau mengutuk keras atas kejadian bom bunuh diri di Gereje Katedral Makassar.

Kedua, semua ajaran agama tidak membenarkan terhadap adanya paham radikalisme, intoleran dan ajaran terorisme karena sangat bertentangan dengan kehidupan manusia dalam berbangsa dan bernegara.

“Ketiga, bahwa Polres Baubau siap mengamankan pelaksanaan hari Paska oleh Umat Nasrani di gereja-gereja dalam Kota Bau Bau,” jelasnya.

Keempat, Polres Baubau meminta kepada masyarakat agar tidak terprovokasi dengan isu-isu yang tidak bertangggung jawab pasca terjadinya bom bunuh diri di Kota Makassar.

“Dalam setiap perayaan ibadah tiap-tiap agama, pengamanan akan melibatkan personel-personel dari lintas agama,” katanya menambahkan.

Baca Juga !
Tinggalkan komentar