Lapas Kendari Setor PNBP Rp20 Juta Dari Hasil Karya Narapidana

Dengarkan Versi Suara
Kepala Lapas Kelas IIA Kendari Abdul Samad Dama, Sabtu (10/4/2021).

 

DINAMIKASULTRA.COM,KENDARI-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendari, Sulawesi Tenggara, berkontribusi kepada negara dengan menyetorkan pendapatan negara bukan pajak Rp20 juta pada tahun 2020 dari hasil karya para narapidana.

Kepala Lapas Kelas IIA Kendari Abdul Samad Dama di Kendari, Sabtu, mengatakan PNBP yang disetor Lapas Kelas IIA Kendari dari hasil pembuatan paving block, produksi sayuran hidronik, dan mebel dari warga binaan pemasyarakatan (WBP).

“PNBP yang kami sumbang ke negara itu dari hasil karya napi seperti hasil dari pembuatan paving block, sayuran hidroponik dari mebel termasuk galon,” kata Samad.

Ia menyampaikan dalam memberikan keterampilan kepada warga binaan sehingga bisa berkontribusi kepada negara juga merupakan kerja sama pihaknya bersama pemangku kepentingan lainnya, seperti Dinas Pertanian, Dinas Perikanana dan Kelautan termasuk BLK Kendari.

“Mereka sudah ikut pelatihan dari Dinas Pertanian, Perikanan, dari hasil itulah setelah mereka mengikuti pendidikan itu kita kembangkan dan alhamdulillah Dari situ kita hitung berapa keuntungan, kita juga beri fee untuk narapidananya, kita juga sumbang untuk negara,” ujar Samad.

Dikatakannya, pendapatan yang dihasilkan oleh warga binaan di Lapas terebut dinilai sangat menggembirakan karena mampu berkontribusi kepada negara melalui PNBP. Meskipun demikian, ia berharap di tahun 2021 bisa meningkat.

Ia menyampaikan hingga saat ini warga binaan di Lapas Kelas IIA Kendari sebanyak 512 orang, terdiri enam blok dengan rincian satu blok tindak pidana korupsi (Tipikor), dua blok tindak pidana umum, tiga blok narkoba.

 

Kepala Lapas Kelas IIA Kendari Abdul Samad Dama, Sabtu (10/4/2021).

 

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sultra Muslim menuturkan bahwa dalam peningkatan kemandirian bagi warga binaan tersebut tidak dapat dilakukan pihak Kemenkumham secara mandiri namun menggandeng pihak lainya.

“Memanusiakan manusia adalah hal yang cukup sulit untuk dilakukan, terlebih lagi banyaknya gangguan dari luar yang dapat merusak citra Kemenkuham. Kondisi ini yang membuat kami perlu menjalin sinergitas dengan berbagai pihak, dengan harapan para warga binaan yang saat ini tersesat jalannya bisa kembali ke jalan yang benar sehingga bermanfaat, baik itu untuk dirinya, keluarganya dan masyarakat luas,” kata Muslim.

Baca Juga !
Tinggalkan komentar