BI Sultra Harap Pemerintah Jaga Harga Pangan Stabil Guna Tekan Inflasi

Dengarkan Versi Suara
Kepala KPwBI Sultra Bimo Epyanto.

 

DINAMIKASULTRA.COM,KENDARI-Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tenggara (Sultra) berharap pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota dapat memantau harga pangan agar tetap stabil saat Ramadhan dan Idul Fitri guna menekan inflasi di daerah itu.

Kepala KPwBI Sultra Bimo Epyanto di Kendari, Sabtu, mengatakan bahwa berdasarkan hasil survei pihaknya dan mengacu kepada Badan Pusat Statistik (BPS) beberapa komoditas bahan pokok misalnya ikan kemudian sayur-sayuran seperti cabe sudah mengalami kenaikan harga.

“Beberapa komoditas sudah menunjukkan kenaikan harga di beberapa pasar Kota Kendari seperti di kota-kota lainnya. Ini menjadi hal yang perlu diperhatikan perlu diantisipasi agar minggu-minggu mendatang, bulan depan kenaikan harganya tidak terjadi terus-menerus di luar kendali,” kata Bimo.

Ia menyampaikan, pada Maret 2021 Sultra mengalami inflasi sebesar 0,07 persen (mtm) lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,03 persen (mtm).

Hal tersebut dipicu oleh kenaikan sayuran dan bumbuan sering curah hujan yang relatif tinggi. Dengan capaian bulan tersebut capaian inflasi tahunan Sulawesi Tenggara masih tetap terjaga dan terkendali sebesar 1,87 persen (yoy).

Berkaitan dengan hal tersebut, BI Sulawesi Tenggara juga mencatat dalam kurun waktu lima tahun terakhir sejak 2016-2020 Ramadhan dan Idul Fitri juga terjadi inflasi salah satu komoditas pemicu tertinggi yaitu ikan (cakalang dan kembung) dan sayuran (kangkung dan tomat).

Berdasarkan pengamatan pihaknya kondisi tersebut terjadi akibat komoditas ikan rata-rata cenderung mengalami kenaikan harga pada awal tahun dan akan mengalami penurunan harga pada pertengahan tahun.

Selain itu, periode Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini bertepatan dengan siklus rendahnya produksi ikan segar akibat pengaruh angin musim, disamping adanya pola penurunan aktivitas nelayan pada periode Ramadhan dan Idul Fitri.

“Hubungan komoditas harga ikan dengan inflasi itu korelasinya sangat tinggi rata-rata 76 persen” tutur Bimo.

Oleh karena itu, menurutnya, hal ini perlu diantisipasi lebih dini oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) baik provinsi maupun yang ada di kabupaten/kota agar tidak menimbulkan kenaikan inflasi.

Dengan kondisi saat ini, kata dia, dalam waktu TPID provinsi akan melakukan rapat koordinasi untuk lebih intensif mengantisipasi kenakan harga pangan khususnya pada saat Ramadhan dan Idul Fitri.

“TPID di Sulawesi Tenggara maupun di kabupaten/kota memiliki strategi pengendalian harga yang kita kenal dengan 4K yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif,” katanya.

Ia juga berharap adanya peran tokoh agama, tokoh masyarakat agar selalu mengimbau kepada masyarakat tidak membeli secara berlebihan dan tidak menumpuk bahan makanan di rumah. Termasuk mengimbau penjual agar menjual dengan harga yang wajar serta tidak menimbun barang dagangannya.

Baca Juga !
Tinggalkan komentar