Wagub Sultra Dukung Program Satu Rekening Satu Pelajar

DINAMIKASULTRA.COM,KENDARI-Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Lukman Abunawas mendukung program Kejar Prestasi Anak Indonesia (KREASI) secara nasional dengan target satu rekening satu pelajar (KEJAR) yang digagas oleh Otoritas Jasa Keuangan.
“Pemerintah Provinsi Sultra mendukung penuh keberhasilan program KEJAR dalam mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan dan menumbuhkan kesadaran pelajar untuk mulai menabung melalui rekening tabungan di sektor jasa keuangan,” kata Lukman saat mengikuti webinar bersama OJK Sultra, Rabu.
Menurutnya, pandemi COVID19 menjadi pelajaran berharga tentang kondisi yang tidak pasti dan perlu dihadapi dengan persiapan keuangan, seperti dana darurat yang disisihkan pada saat kondisi normal akan menjadi benteng pertahanan di masa darurat saat ini.
Oleh karena itu, Wagub Sultra mengajak untuk menanamkan budaya menabung sejak dini kepada anak-anak pelajar di Sultra dengan manfaat mendidik untuk belajar disiplin, membentuk pola pikir menghargai uang, dan menghindari perilaku konsumtif.
“Serta memberikan pemahaman pengelolaan keuangan yang lebih baik sehingga generasi Indonesia dapat memaksimalkan potensi aset yang dimiliki untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya,” kata Lukman.
Wagu Sultra menambahkan, perluasan akses keuangan menjadi prioritas pemerintah dan dengan budaya menabung dapat mendukung pembangunan Indonesia.
Kebijakan peningkatan akses layanan keuangan formal di masyarakat dapat mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024 sebagai upaya memperkuat ketahanan ekonomi demi pertumbuhan yang berkualitas serta mengembangkan wilayah untuk mengurangi kesenjangan.
“Semakin tingkat tabungan masyarakat di suatu negara, akan menggerakkan roda perekonomian melalui tersedianya dana yang dapat disalurkan guna investasi, baik di sektor rill maupun sektor keuangan,” ujar Lukman Abuanwas.
Kepala OJK Sultra Arjaya Dwi Raya mengatakan program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) ditargetkan sebanyak 64.634.863 rekening untuk sekolah baik yang berada dibawah kewenangan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementrian Agama (Kemenag).
“Sampai dengan tahun 2021 telah mencapai 38,26 juta rekening atau 59,20 persen pelajar di Indonesia telah memiliki rekening,” katanya.
Dijelaskannya, Program KEJAR salah satu bentuk implementasi Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 26 Tahun 2019 tentang Hari Indonesia Menabung, yang memiliki tujuan agar setiap pelajar di Indonesia memiliki rekening sehingga budaya menabung di Lembaga Jasa Keuangan (LJK) formal dapat dilakukan sejak dini.
“Gerakan menabung untuk pelajar merupakan hal yang sangat krusial mengingat jumlahnya yang besar, yaitu sekitar 65 juta pelajar, atau 25 persen dari total penduduk dan termasuk kategori critical economic players (pelaku ekonomi yang sangat strategis) yang perlu dibekali pemahaman keuangan yang memadai,” ujar Arjaya.
Kegiatan KREASI yang diselenggarakan di Sulawesi Tenggara dengan tema “Satu Rekening Satu Pelajar, Wujudkan Impian Anak Indonesia” dilakukan dalam berbagai bentuk kegiatan di antaranya penyerahan simbolis pembukaan 850 rekening pelajar dari PT BPD Sultra kepada SMA Negeri 4 Kendari, edukasi keuangan dan sosialisasi program KEJAR dan perlombaan dalam bentuk kuis virtual bagi para peserta zoom dari kalangan pelajar.