Dinkes: 489.428 Warga Sultra Sudah Divaksinasi COVID-19

Listen to this article
Seseorang saat mengikuti vaksinasi serentak yang digelar Polda Sultra di Kendari, Selasa (7/9/2021).

 

DINAMIKASULTRA.COM,KENDARI-Dinas Kesehatan Sulawesi Tenggara (Sultra) menyebutkan sebanyak 489.428 orang di daerah itu sudah divaksinasi COVID-19 guna memutus mata rantai penyebaran virus corona dan variannya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Sultra Usnia di Kendari, Selasa, mengatakan sasaran vaksinasi di daerah itu tercatat 2.002.579 orang meliputi tenaga kesehatan, petugas publik, kelompok lanjut usia, masyarakat umum dan rentan.

“Saat ini vaksin dosis satu mencapai 489.428 orang, dosis dua sudah mencapai 249.336 orang,” kata dia.

Capaian vaksinasi di daerah itu di antaranya tenaga kesehatan 23.787 orang atau mencapai 116,40 persen dari 20.436 sasaran. Sementara dosis kedua mencapai 22.020 orang atau 107,75 persen dari sasaran. Lalu, dosis ketiga sudah diberikan kepada 4.722 orang atau 23,11 persen dari sasaran.

Selanjutnya, bagi petugas publik mencapai 253.050 orang atau 102,45 persen dari 247.006 sasaran dosis satu. Lalu penyuntikan dosis kedua mencapai 141.312 orang atau 57,21 persen dari sasaran.

Sementara bagi kelompok lansia, dosis satu sudah dilakukan kepada 19.522 orang atau 12,41 persen dari 157.296 sasaran. Lalu dosis kedua mencapai 11.018 orang atau 7 persen dari sasaran.

Berikutnya, masyarakat umum dan rentan mencapai 151.622 orang atau 11,83 persen dari 1.281.431 sasaran dosis satu. Lalu penyuntikan dosis kedua mencapai 65.114 orang atau 5,08 persen dari sasaran.

Sementara itu, vaksinasi bagi remaja telah dilakukan kepada 26.574 orang atau 8,97 persen dari 296.410 sasaran. Lalu, dosis kedua mencapai 3.539 orang atau 1,19 persen dari sasaran.

Usnia mengingatkan, meskipun masyarakat telah menerima vaksin untuk meningkatkan imun tubuh dari infeksi COVID-19, namun ia mengajak agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan COVID-19 utamanya 5M yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari keramaian dan mengurangi mobilitas.

“Protokol kesehatan itu penting, kita tidak boleh acuh meskipun kita sudah mendapatkan suntikan vaksin,” kata Usnia.

Baca Juga !
Tinggalkan komentar