Harga Bahan Pokok Di Kendari Masih Stabil

Listen to this article
Kadis Perindag Sultra Hj Sitti Saleha (tengah hijab hitam), saat melakukan sidak di pasar tradisional di Kendari.

 

DINAMIKASULTRA.COM,KENDARI-Harga berbagai jenis kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional maupun pasar induk di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) tergolong stabil dan stoknya cukup aman untuk beberapa pekan ke depan.

Keterangan yang dihimpun dari Dinas Perindag Sultra, Senin, dari 16 jenis bahan pokok yang menjadi pantauan setiap hari, hanya jenis ikan segar yang persediaanya tergolong menipis sehingga harganya alami kenaikan tipis dibanding beberapa hari sebelumnya.

Kadis Perindag Sultra Hj Siti Saleha melalui Kepala Seksi Stabilitas barang Pokok dan Penting Disperindag Windi Dianovita menyebutkan harga ikan segar khususnya sunu, bandeng dan ikan kembung rata-rata alami kenaikan Rp2.500 hingga Rp3.500 per kilo.

“Kalau sebelumnya ikan sunu Bandeng Rp28.500 per kilogram naik menjadi Rp32.000 per kilogram dan ikan kembung dari Rp43.000 per kilogram naik menjadi Rp46.500 per kilogram,” ujaranya.

Sementara 15 jenis bahan pokok yang harganya stabil yakni beras, minyak goreng, tepung terigu, susu, garam, bawang, minyak goreng, gula pasir, cabai merah, jagung, ikan asin dan kacang-kacangan dan jenis satuan lainnya cukup tersedia,

Harga beras misalnya dari tiga jenis (beras 48, beras Konawe dan beras Ciliwung) masih berkisar Rp9.800 hingga Rp10.000 per kilogram dan persediaan cukup banyak di pasaran.

Minyak goreng (bimoli, kemasan sederhana dan tanpa merek) juga masih berkisar masing Rp16.650 perliter, Rp12.250 dan Rp11.650 per liter), gula pasir lokal Rp13.500 per kilogram, daging khas Rp130.000 per kilogram, ayam broiler dan ayam kampung masing-masing Rp30.000 per kilogram dan Rp70.000 per kilogram.

Sementara telura ayam ras Rp22.500 per kilogram dan telur ayam kampung Rp3.000 per butir. Tepung terigu (segitiga biru dan kunci biru) masing-masing Rp12.000 dan Rp11.250 per kilogram.

Khusus untuk cabe merah kata Windi, pada minggu terakhir di Oktober ini justru alami penurunan dari sebelumnya. Untuk cabe merah keriting dari Rp35.000 per kilogram menjadi Rp33.500 per kilogram, cabe rawit dari 48.500 menjadi Rp46.500 per kilogram dan cabe besar dari Rp30.000 menjadi Rp28.500 per kilogram.

Menurut Windi Dianovita, persediaan bahan pokok di pasaran tergolong cukup aman, karena selain produk lokal petani yang sudah cukup banyak, dan tidak semua harus didatangkan dari luar daerah seperti produk beras, sayuran, kacang-kacangan maupun ikan segar.

“Pada beberapa tahun lalu, bila ada bahan pokok yang alami kenaikan disebabkan karena memang stoknya habis, dan terlambat saat pengiriman karena disuplai dari luar Kota Kendari. Dan saat ini produk lokal sudah mulai banyak sehingga tidak lagi alami gejolak harga di pasaran,” tuturnya.

Baca Juga !
Tinggalkan komentar