Dinkes Sebut Kasus Aktif COVID-19 di Kendari Tersisa 91 Orang

Listen to this article
Kepala Dinas Kesehatan Kendari, Sulawesi Tenggara, Rahminingrum (ds/ANTARA/Harianto)

 

DINAMIKASULTRA.COM, KENDARI – Dinas Kesehatan Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menyebut kasus aktif COVID-19 di daerah itu turun signifikan dan saat ini tersisa 91 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kendari Rahminingrum melalui telepon di Kendari, Minggu mengatakan kasus aktif COVID-19 di daerah tersebut ada yang bergejala sedang hingga berat dan ada pula yang tanpa gejala.

“Kasus aktif saat ini tersisa 91 orang, ada yang dirawat di rumah sakit karena bergejala sedang hingga berat dan ada yang isolasi mandiri karena OTG (orang tanpa gejala),” katanya.

Saat ini perkembangan kasus COVID-19 di Kendari berada pada tren kasus sembuh yang signifikan sejak awal Maret 2022, dimana pada Februari angka kasus aktif mencapai 1.000 lebih.

Dia menyebut, berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kendari, jumlah kasus positif tercatat 1.837 dengan rincian 1.744 kasus sembuh, 91 kasus aktif dan dua kasus meninggal.

Dari total kasus aktif, warga yang dirawat di rumah sakit sebanyak 45 orang tersebar di lima rumah sakit, di antaranya RS Bahteramas Kendari 21 orang, RSUD Kendari 17, Ismoyo dan RS Hermina, masing-masing satu, dan rumah sakit jiwa ada lima orang.

“Untuk sisanya itu kami arahkan isolasi mandiri di rumah mereka masing-masing, namun tetap dalam pantauan,” ujar dia.

Ia mengimbau masyarakat tetap menjaga situasi ini dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan, utamanya memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan, termasuk mengikuti vaksinasi hingga dosis lengkap.

“Sekali lagi kami sampaikan, tidak ada cara lain meminimalisir penyebaran COVID-19 ini, selain protokol kesehatan dan vaksinasi,” kata Rahminingrum.

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir juga mengajak seluruh pihak agar terus menjaga protokol kesehatan dengan ketat agar daerah itu bisa secara keseluruhan masuk zona hijau saat memasuki Ramadhan 2022.

“Kalau kita terus tingkatkan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan seperti ini, mudah-mudahan masuk Bulan Suci Ramadhan nanti sudah bisa kembali ke zona hijau dan masyarakat bisa kembali beraktivitas,” katanya.

Wali Kota juga mengajak seluruh warganya mengikuti vaksinasi dan bagi yang sudah melakukan vaksinasi agar melengkapi hingga dosis penguat, sehingga terbentuk kekebalan komunal dari COVID-19 dan varian omicron.(ds/antara)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar