Ada Permainan Apa Dibalik Server LPSE Mubar yang Dinyatakan Rusak
Disidak Pj Bupati Mubar Dr. Bahri Besoknya Server Langsung Ada di Tempat

DINAMIKA SULTRA.COM, MUNA BARAT – Tak butuh waktu lama, hanya butuh sehari setelah Pejabat Bupati Muna Barat (Mubar) Dr. Bahri melakukan sidak di kantor Unit Layanan Pengadaan (ULP), karena mengetahui server Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), dipindahkan ditempat lain bukan disimpan di kantor ULP, kini server LPSE sudah berada dikantor ULP Muna Barat.
Pertanyaan besarnya, ada permainan apa dibalik disembuyikannya server tersebut?.
Mengejutkan, hanya butuh sehari server LPSE sudah ada dikantor ULP Muna Barat, padahal keterangan Kepala Bagian Unit Pelayanan dan Pengadaan Mubar, Ahmad Sabir Sammongkito, kepada awak media sebelumnya, server dalam keadaan rusak dan masih diperbaiki di Jakarta.
“Server LPSE dalam kondisi rusak karena disambar petir sehingga dilakukan perbaikan di Jakarta, membutuhkan waktu lama untuk sampai di Mubar, karena perjalanan dari Jakarta ke Mubar butuh waktu beberapa hari, belum lagi lama waktu perbaikannya kita tidak tahu bisa makan waktu berapa lama. Sehingga waktu pasti server tiba di Mubar tidak dapat diprediksi bisa memakan waktu berapa lama,” ujar Ahmad Sabir Sammongkito saat ditemui awak media sebelumnya.
Tetapi anehnya pernyataan Kabag ULP Mubar Ahmad Sabir Sammongkito tersebut berbanding terbalik dengan fakta yang ada, hanya memakan waktu sehari usai Pj Bupati Mubar melakukan sidak, server LPSE sudah ada di kantor ULP Mubar.
Sidak hari Senin (27/06/2022) hari Selasa (28/06/2022) server LPSE sudah ada kantor ULP Mubar, berarti server sesungguhnya tidak rusak hanya dipindahkan ditempat lain, diduga kuat untuk kepentingan lelang mengatur memenangkan perusahaan atau kontraktor tertentu.
Awak media mengetahui Server LPSE tersebut telah berada di kantor ULP Mubar, dari pernyataan Pj Bupati Mubar Dr. Bahri saat ditemui di lingkup kantor Inspektorat Muna Barat.
“Server LPSE telah berada di kantor ULP, saat ini dalam proses pemeriksaan terhadap seluruh data yang ada di dalamnya, dan ditemukan telah ada sejumlah paket pekerjaan yang telah dilelang dan telah tayang,” ujar Dr. Bahri
Kepada awak media Ahmad Sabir Sammongkito juga mengakui telah ada tiga paket proyek yang telah dilelang dan telah tayang .
“Entah kegiatan apa yang tiga itu saya juga lupa,” katanya. (ds/abr)