Warga Diminta Tidak Membangun Rumah Tanah Rawan Longsor

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendari Sulawesi Tenggara mengimbau warga di daerah tersebut agar tidak membangun rumah di tanah atau kawasan rawan longsor.
Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kendari Aris Manda di Kendari, Senin mengatakan penting bagi warga agar memperhatikan lokasi pembangunan rumah apakah rawan terhadap tanah longsor atau tidak demi menghindari hal yang tidak diinginkan di kemudian hari utamanya jika musim penghujan tiba.
“Kita imbau kepada masyarakat supaya kalau daerah-daerah yang sudah tidak bisa, sudah tidak layak di bangun rumah, maka jangan membangun rumah di situ karena biar bagaimana ujung-ujungnya masyarakat yang kena,” katanya.
Menurutnya, jika warga membangun rumah di lokasi rawan tanah longsor seperti di pegunungan yang gundul dan terjadi musim penghujan dengan intensitas tinggi maka warga tersebut akan terkena dampak tanah longsor.
“Gunung-gunung sudah parah, kondisinya kurang bagus, mereka masih bangun rumah di situ, nanti kalau kena musibah mereka sendiri yang rasakan,” ujar dia.
Ia menyebut, sejauh ini pihaknya telah mencatat sebanyak 10 lebih kejadian tanah longsor di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara ini akibat dari curah hujan dengan intensitas yang tinggi.
“Banyak, tanah longsor ini ada sekitar 10 titik. Tapi sampai sekarang belum sempat di data karena belum selesai satu di data, ada lagi tanah longsor. Selama musim hujan ini, beruntun tanah longsor.
Dia menyebut, kejadian tanah longsor akibat curah hujan dengan intensitas tinggi yang akhir-akhir ini terjadi tersebar di wilayah Kecamatan Mandonga, Kemaraya, dan Kecamatan Kendari.
“Kalau curah hujan begitu tinggi, rata-rata saya lihat tanah longsor ini di wilayah pegunungan apalagi kalau seperti yang di Kelurahan Mandonga memang sudah mulai gundul tanahnya akhirnya air membawa tanah turun,” kata Aris Manda.(ds/sgn)