Wakil Bupati Butur Ahali Buka Pelatihan Studi EHRA

DINAMIKA SULTRA.COM, BUTUR – Pemerintah Kabupaten Buton Utara (Butur) resmi menggelar pelatihan studi EHRA (Enviromental Healt Risk Assessment) strategi sanitasi, dalam rangka memberikan perubahan yang positif kepada perbaikan pengelolaan sanitasi di Kabupaten Buton Utara.
Wakil bupati Butur, Ahali mengatakan bahwa lingkungan merupakan salah satu isu penting dari beberapa studi primer yang harus dilakukan dan dikaji oleh kelompok kerja (Pokja) sanitasi kabupaten dalam menyusun strategi sanitasi kabupaten (SSK), dengan menggunakan pendekatan program percepatan pembangunan sanitasi permukiman (PPSP). Sabtu (16/07/2022)
Hasil studi EHRA akan memberikan data ilmiah dan faktual tentang ketersediaan layanan sanitasi di tingkat rumah tangga dalam skala kabupaten. Komponen sanitasi yang menjadi objek meliputi limbah cair domestik, persampahan dan drainase lingkungan, serta perilaku higiene dan sanitasi.
Tahun ini Pemkab Buton Utara melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, bekerjasama dengan Dinas Kesehatan kembali melakukan studi EHRA, untuk mendapatkan gambaran tentang ketersediaan layanan sanitasi lingkungan rumah tangga dalam skala kabupaten, sekaligus melakukan monitoring intervensi pelaksanaan pembangunan sanitasi yang telah dilakukan,lanjutnya.
“Saya berharap kepada petugas enumerator dan supervisor dapat melakukan pengambilan data dengan baik, sehingga hasil yang diperoleh dapat melengkapi informasi terkait pengelolaan sanitasi di Kabupaten Buton Utara, serta data tersebut dapat digunakan dalam pengambilan keputusan terkait pengelolaan sanitasi di Butur,” harap Ahali, saat membuka pelatihan di aula Kantor Bappeda Butur .
Dalam pelatihan studi EHRA kali ini, Pemkab Buton Utara melibatkan pemateri dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara tentang pelaksanaan studi EHRA, yakni Reslin Tobigo dan Jumakil dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo Kendari, dengan judul materi pemahaman quesioner studi EHRA dan teknik wawancara.
Serta dari Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Sulawesi Tenggara, yakni Alfian Ishak dan Muhamad Sadarudin, terkait pentingnya studi EHRA dalam penyusunan strategi sanitasi kabupaten (SSK). (ds/dwi)