Pemkab Manokwari Terima Apresiasi Penanganan Malaria dari The Global Fund

Dengarkan Versi Suara
Sekretaris Daerah Manokwari, Henri Sembiring saat menemui anggota Tim Monitoring Mid Term Review The Global Fund di Kantor Bupati Manokwari pada Selasa (20/9). (ds/ANTARA/HO-Humas Pemkab Manokwari)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, MANOKWARI – Pemerintah Kabupaten Manokwari menerima apresiasi atas penanganan kasus malaria di masyarakat dari The Global Fund, organisasi kesehatan yang berbasis di Genewa, Swiss, yang fokus pada penanganan AIDS, Tuberkolosis dan Malaria.

Sekretaris Daerah Kabupaten Manokwari, Henri Sembiring, di Manokwari, Jumat, menyatakan apresiasi itu disampaikan dalam pertemuan dengan 11 anggota Tim Monitoring Mid Term Review The Global Fund di Kantor Bupati Manokwari pada Selasa (20/9) lalu.

“Mereka apresiasi program eliminasi malaria kita setelah mereka melakukan kunjungan di beberapa tempat dan mereka berharap Manokwari bisa menjadi rujukan untuk belajar program eliminasi malaria,” ujar dia.

Henri menyebut tim yang membawa seorang akademisi dari Universitas Gajah Mada dan seorang perwakilan The Global Fund langsung dari Swiss dalam pertemuan itu mengungkit soal adanya perhatian Pemkab Manokwari untuk memberikan honor kepada kader malaria yang dananya berasal dari anggaran alokasi dana desa (ADD).

Dia mengatakan, ADD untuk eliminasi malaria sudah menjadi kewajiban bagi Pemkab Manokwari sesuai dengan Peraturan Bupati tentang Eliminasi Malaria dan Surat Keputusan Bupati tentang Percepatan Eliminasi Malaria agar 10 persen dari total ADD yang diterima kampung difokuskan untuk eliminasi malaria.

Pemkab Manokwari juga mengatur kampung yang tidak memiliki kasus stunting untuk mengalihkan anggarannya kepada eliminasi malaria yang jadi fokus hingga 2027 mendatang.

Pertimbangan pengalihan anggaran itu juga termasuk waktu kerja kader Posyandu yang dinilai hanya berjalan per bulan atau lebih sedikit dibanding kader malaria yang mencapai setiap hari.

Selain itu, Pemkab Manokwari juga dipuji lantaran memiliki strategi pengaturan halaman rumah dimana setiap halaman rumah diberikan jarak dengan tumbuhan dan disarankan memiliki ternak agar penghuninya tidak langsung terkena gigitan nyamuk.

“Kami juga sudah menerima saran agar ada evaluasi dan koordinasi dalam penanganan malaria ini per triwulan. Itu sudah kita sampaikan juga ke Dinas Kesehatan,” ungkap dia.(ds/antara)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar