Pemkot Palu Jaga Inflasi Lewat Pasar Murah Bahan Pangan

Dengarkan Versi Suara
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kota Palu, Zulkifli (kedua kiri) mengunjungi pasar murah sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan di Palu, Jumat (23/9/2022). (ds/ANTARA/Moh Ridwan )

 

DINAMIKA SULTRA.COM, PALU – Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah terus berupaya menjaga stabilitas harga supaya tidak terjadi inflasi atas dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) salah satu strategi dilakukan lewat pasar murah bahan pangan.

“Penyesuaian harga BBM bersubsidi dan non subsidi oleh pemerintah berpotensi mempengaruhi terhadap harga barang, tidak terkecuali bahan pangan,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kota Palu Zulkifli di Palu, Jumat.

Ia menjelaskan, pasar murah diselipkan pada kegiatan Siranindi Festival atau pesta rakyat di Kelurahan Siranindi, Kecamatan Palu Barat dengan melibatkan 25 distributor/retail dan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Yang mana, harga komoditas dijual di pasar murah sesuai harga distributor, sehingga warga sangat antusias memanfaatkan momen ini untuk berbelanja.

“Pemerintah selalu berupaya hadir untuk masyarakat guna memberikan kemudahan mengakses bahan pangan. Sebab pangan merupakan kebutuhan dasar yang harus terpenuhi bagi setiap orang,” ucap Zulkifli.

Ia mengemukakan, di pasar murah tidak hanya menyediakan berbagai kebutuhan pangan, namun juga melibatkan agen resmi elpiji bersubsidi maupun non subsidi guna memenuhi kebutuhan energi masyarakat, sebab elpiji juga sudah menjadi bagian dari kebutuhan dasar.

Selain itu, pihaknya juga menggandeng Perum Bada Urusan Logistik (Bulog) perwakilan Sulteng menyediakan berbagai produk unggulan mereka, salah satunya komoditas beras dalam kemasan.

“Dijadwalkan kegiatan ini berlangsung selama tiga hari. Kami juga meminta masyarakat memanfaatkan momen ini semaksimal mungkin,” ujar Zulkifli.

Sebagai mana arahan Presiden Joko Widodo memerintahkan gubernur, bupati, dan wali kota, yang daerahnya mengalami inflasi tinggi, segera melakukan intervensi. Sulteng menjadi daerah dengan inflasi tinggi yakni 6,2 persen.

“Kota Palu sebagai ibu kota Sulteng patut menjaga stabilitas harga pangan dengan melakukan pemantauan harga di pasar setiap hari, termasuk rantai pasok kebutuhan pokok. Kita tidak ingin terjadi gejolak harga di pasaran,” katanya.

Ia menambahkan, pasar murah dijadwalkan rutin dilaksanakan oleh Pemkot Palu, dan sasaran pelaksanaan selanjutnya dilaksanakan di lapangan Vatulemo Palu dalam waktu dekat.

“Kami sudah menjadwalkan pasar murah pada momen HUT Kota Palu ke-44 pada tanggal 27-29 September 2022,” demikian Zulkifli.(ds/antara)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar