Polrea Pariaman Salurkan 1.500 Paket Bansos Dampak Kenaikan Harga BBM

Dengarkan Versi Suara
Kapolres Pariaman, Sumbar AKBP Abdul Azis (kanan) bersama Wakapolres Pariaman Kompol Jon Hendri (kiri) menyerahkan bantuan sembako kepada warga di wilayah hukum Polres Pariaman. (ds/ANTARA/HO-Humas Polres Pariaman)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, PARIAMAN – Kepolisian Resor (Polres) Kota Pariaman, Sumatera Barat, telah menyalurkan sekitar 1.500 paket sembako kepada warga kurang mampu sejak 6 September 2022 guna membantu mereka memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM).

“Bantuan paket sembako tersebut kami berikan kepada warga dari berbagai profesi bahkan ada yang tunawisma dan sakit di wilayah hukum Polres Pariaman,” kata Kapolres Pariaman AKBP Abdul Azis melalui Kasubaghumas Polres Pariaman AKP Syafruddin di Pariaman, Jumat.

Ia mengatakan pihaknya memang memilih warga kurang mampu untuk mendapatkan bantuan tersebut karena kelompok tersebut merupakan pihak yang merasakan dampak langsung kenaikan harga BBM.

Ia menyampaikan penyerahan bantuan dilakukan secara langsung saat mereka bekerja sedangkan yang untuk tunawisma dan sakit diantarkan langsung oleh personel polisi bahkan oleh Wakapolres dan Kapolres Pariaman.

“Kalau petani kami serahkan saat mereka menggarap sawah atau ladangnya, kalau tukang ojek bantuan kami serahkan saat menunggu penumpang,” katanya.

Ia berharap bantuan yang diberikan tersebut tidak saja dapat membantu warga ekonomi lemah memenuhi kebutuhannya namun memberikan motivasi agar terus semangat mencari nafkah untuk keluarga.

Pihaknya juga berharap dengan adanya program bantuan sembako tersebut dapat memupuk empati personel Polres Pariaman dalam membantu warga yang sedang mengalami kesulitan.

Sebelumnya, Pemerintah menyesuaikan harga BBM subsidi Pertalite menjadi Rp10 ribu per liter dari sebelumnya Rp7.650 per liter mulai Sabtu pukul 14.30 WIB.

Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam konferensi pers di Jakarta mengatakan pemerintah juga menyesuaikan harga BBM subsidi untuk solar dari Rp5.150 rupiah per liter menjadi Rp6.800 per liter.

Kemudian, untuk BBM non-subsidi, pemerintah menyesuaikan harga Pertamax dari Rp12.500 per liter menjadi Rp14.500 per liter.

“Ini berlaku satu jam sejak saat diumumkannya penyesuaian harga ini jadi akan berlaku pukul 14.30 WIB,” kata Arifin.

Pemerintah memutuskan skema mengalihkan subsidi BBM menjadi bantuan sosial sehingga harga BBM mengalami penyesuaian.

Saat ini besaran subsidi dan kompensasi energi telah mencapai Rp502,4 triliun di APBN 2022, yang terdiri dari subsidi energi Rp208,9 triliun dan kompensasi energi sebesar Rp293,5 triliun. (ds/antara)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar