Pemkab Mamuju Kembangkan Tanaman Katuk Untuk Konsumsi Ibu Menyusui

Dengarkan Versi Suara
Bupati Mamuju Sutinah Suhardi memberikan bibit tanaman Katuk yang akan meningkatkan kesehatan ibu menyusui sehingga menambah gizi anaknya dan mencegah peningkatan penderita stunting di Mamuju, Jumat (23/9/2022) (ds/ ANTARA Foto/ M Faisal Hanapi )

 

DINAMIKA SULTRA.COM, MAMUJU – Pemerintah Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mengembangkan tanaman katuk untuk dikonsumsi ibu menyusui sehingga menambah asupan gizi bayi dan dapat menurunkan angka stunting.

Bupati Mamuju Sutinah Suhardi di Mamuju, Jumat (23/9) mengatakan Pemkab Mamuju terus melakukan berbagai cara dalam penanganan stunting.

Ia mengatakan Pemkab Mamuju mengembangkan tanaman katuk yang dinilai dapat meningkatkan kesehatan masyarakat terutama ibu menyusui.

“Tanaman katuk meningkatkan kesehatan ibu menyusui sehingga dapat membuat anaknya mendapatkan asupan gizi, sehingga pengembangan tanaman katuk, dianggap akan dapat menekan angka stunting,” katanya.

Bupati Mamuju mengapresiasi langkah Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mamuju yang telah mencanangkan program pengembangan tanaman katuk untuk pencegahan stunting di Mamuju.

“Pengembangan tanaman katuk telah dilaksanakan pada sejumlah desa di Mamuju dengan memberikan bantuan modal pengadaan bibit senilai Rp15 juta bagi kelompok masyarakat yang mengembangkannya, dengan menggunakan APBD Mamuju,” katanya.

Ia mengatakan pemerintah juga memanfaatkan program bantuan pemerintah pusat yang telah diupayakan Anggota DPR-RI Suhardi Duka sebesar Rp60 juta bagi 35 kelompok petani di Mamuju.

“Bantuan tersebut akan diarahkan untuk pengembangan tanaman Katuk yang diharapkan meningkatkan kesehatan ibu menyusui dan anaknya,” katanya.

Ia berharap bantuan pengembangan Katuk dari pemerintah dapat dimanfaatkan sehingga upaya menurunkan stunting di Mamuju dapat terwujud.

Ia menyampaikan pemerintah di Mamuju telah berhasil menurunkan angka penderita stunting dari 43 persen menjadi 30,3 persen.

“Meskipun angka penderita stunting di Mamuju, telah diturunkan dari 43 persen menjadi 30,3 persen, namun pemerintah di Mamuju, terus berupaya melakukan penanganan stunting agar angka stunting mencapai 24 persen atau setara dengan angka penderita stunting secara nasional,” katanya.(ds/antara)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar