PDSPKP: Koperasi Binaan KKP Produksi Ikan Kaleng Citarasa Nusantara

Dengarkan Versi Suara
Koperasi binaan KKP Mina Bahari 45 memproduksi produk olahan ikan kaleng hingga 2,2 ton. (ds/ANTARA/HO-KKP)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) membina salah satu koperasi di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sehingga menghasilkan produk ikan kaleng dengan citarasa Nusantara.

“Ini merupakan salah satu potret koperasi perikanan yang sukses. Dapat saya laporkan bahwa salah satu unit usaha yang dilakukan oleh koperasi ini terkait dengan usaha pengolahan ikan dalam bentuk produk kaleng,” kata Plt Dirjen PDSPKP Ishartini dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat.

Koperasi binaan KKP tersebut adalah Mina Bahari 45 yang sekaligus berperan sebagai pengelola sentra pengolahan ikan yang dibangun KKP di Pantai Depok, Kabupaten Bantul.

Ishartini mengungkapkan, produk koperasi tersebut telah menjangkau area Jawa, Bali, serta luar negeri seperti Prancis, Hong Kong, Kanada, Belanda, Malaysia, serta Singapura.

Produk-produk andalannya antara lain tuna balado kaleng, botok lemi telur rajungan kaleng, sup ikan patin kaleng, mangut lele kaleng, garang asem ikan patin kaleng, garang asem ikan nila kaleng, terasi panggang bubuk kaleng, cumi sambal ijo kaleng.

Unit pengolahan ikan yang telah memiliki sertifikat Good Manufacturing Practices (GMP), BPOM, Halal, dan HACCP ini dapat mengolah bahan baku sebesar 2,2 ton per bulan yang berasal dari nelayan lokal. “Terdapat perputaran uang yang besar hingga mencapai Rp45 juta-Rp57 juta. Tentu ini luar biasa karena produk olahan terbukti bernilai tambah,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Ishartini menuturkan bentuk intervensi yang dilakukan KKP terhadap Koperasi Mina Bahari 45 antara lain menyediakan tempat pengolahan berupa Sentra Pengolahan Ikan yang dibangun tahun 2015 senilai Rp2,2 miliar, kemudian akses pembiayaan ke Badan Layanan Umum (BLU) Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) KKP tahun 2018 dengan nilai Rp2,5 miliar.

Tak hanya itu, terdapat bantuan dua unit chest freezer senilai Rp11 juta di tahun 2022, seamer pengalengan 1 unit, hingga fasilitasi promosi pada #pasarlautindonesia, Bangga Buatan Indonesia (BBI).

 

Ishartini berharap, Koperasi Mina Bahari 45 dapat menjadi koperasi percontohan bidang usaha pengolahan dan pemasaran serta menginspirasi pelaku usaha pengolahan ikan skala mikro yang lain untuk terus mengembangkan usahanya. “Kuncinya diversifikasi produk olahan bernilai tambah, memperluas akses pasar serta melaksanakan perizinan berusaha,” kata Ishartini.

Sementara itu anggota Komisi IV DPR RI, Alien Mus mengapresiasi capaian Koperasi Mina Bahari 45 termasuk kinerja dalam pengembalian dana pinjaman dari BLU KKP yang sangat cepat.

Menurutnya, pertumbuhan sektor industri pengolahan ikan menjadi salah satu faktor penting yang menjadi penggerak perekonomian.

Tak hanya itu, Alien juga mengapresiasi bantuan-bantuan dari KKP untuk pengembangan usaha koperasi ini, salah satunya berupa alat penutup kaleng. “Alat penutup kaleng bantuan dari KKP jelas sangat membantu Koperasi Mina Bahari dalam meningkatkan kapasitas produksinya. Sebelumnya dengan alat manual hanya mampu memproduksi 250 kaleng per hari bisa menjadi 1.500 kaleng per hari.

Kabupaten Bantul telah masuk menjadi salah satu daerah penerima dana alokasi khusus (DAK) tahun 2023 yang dapat digunakan untuk rehabilitasi bangunan sentra pengolahan dan perbaikan atau pengadaan peralatan sentra pengolahan. Selain itu, dapat digunakan untuk rehabilitasi kolam atau bak pemijahan/induk/calon induk/larva/tandon, pengadaan sarana dan prasarana budidaya ikan air tawar (nila/mas/gurami/patin/lele),

Ishartini juga menyampaikan bahwa Ditjen PDSPKP telah menjalin kerja sama dengan berbagai marketplace seperti Shopee, Grab, Gojek, dan Aruna untuk meningkatkan kapasitas UMKM dalam pemasaran digital.(ds/antara)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar