Festival Panen Hasil Belajar Oleh Para Calon Guru Penggerak Angkatan 4 dari SMAN 03 Bombana

DINAMIKA SULTRA.COM, BOMBANA – Kegiatan Lokakarya 7 adalah Puncak dari Festival panen hasil belajar para Guru penggerak, kegiatan yang dihadiri oleh Perwakilan Balai Guru Penggerak Sultra, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Bombana, Ketua Komisi 3 DPRD Kab. Bombana yang membidangi Pendidikan, pengawas sekolah, para kepala sekolah dan perwakilan dari beberapa guru yang ada di Kab. Bombana, Minggu (16/10/2022).
SMAN 03 Bombana yang merupakan salah satu Sekolah Penggerak Angkatan 2 yang ada di Sulawesi Tenggara berupaya untuk mewujudkan Visi Pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila. SMAN 03 Bombana yang memiliki enam orang Calon Guru Penggerak (Rahayana Djaila, Rosnia Alirman, Sumarni, A. Hamriana Rapik, Wahyuni Pua Aru, Fitriani) dan Kepala sekolahnya (Bpk Yakob Simson Barthimeus, S.Pd.,M.Pd.MM) juga Pengajar Praktik dari Guru Penggerak Angkatan 4 yang memiliki kompetensi Profesional yang sesuai dengan pembelajaran Abad 21 yang mampu mendorong prestasi akademik murid, mengajar dengan kreatif, mengembangkan diri secara aktif, mendorong tumbuh kembang murid secara holistic, menjadi pelatih bagi rekan-rekan guru lain dan menjadi teladan serta agen transformasi bagi ekosistem Pendidikan.
Guru-guru ini memiliki Nilai kemandirian, reflektif, kolaboratif, inovatif, serta berpihak pada murid sehingga mampu menciptakan Generasi yang memiliki profil pelajar Pancasila.
Dalam kegiatan Panen hasil belajar para Guru penggerak dari SMAN 03 Bombana memaparkan berbagai praktik baik yang sudah dilakukan baik di sekolah sendiri maupun di beberapa sekolah lain. Diantaranya Pembelajaran berdiferensiasi yang mengakomodir kebutuhan belajar murid, pembuatan media pembelajaran yang menarik bagi murid sehingga dapat menciptakan pembelajaran yang menyenangkan yang berdampak pada peningkatan kreatifitas dan keaktifan murid dalam belajar, sosialisasi pencegahan 3 dosa besar dalam dunia Pendidikan, menjadikan murid SMAN 03 Bombana gemar berliterasi dengan program rutin LIMIT ( literasi 15 menit) yang dilaksanakan setiap minggu, kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan yang maha Esa dan berakhlak mulia, mandiri, kritis, kreatif, dan melatih kepemimpinan murid, kegiatan ekskul karate juga mengembangkan kegiatan rutin Jum’at bertakwa , serta masih banyak lagi praktik baik yang sudah dilakukan oleh para guru hebat tersebut yang sudah membudaya dan menjadi prilaku positif yang dapat dijadikan contoh oleh sekolah lain.

Praktik baik yang dilakukan diluar sekolah diantaranya Sosialisasi penerapan Budaya positif dan penerapan filosofi belajar Kihajar Dewantara pada SMPN 31 Lantari jaya, sosialisasi IKM dan pemanfaatan PMM pada SMAN 09 Bombana, dan SMKN 1 Kolaka Timur, Sosialisasi program sekolah ramah anak (terkait pencegahan tindak kekerasan dan perundungan pada anak di SMAN 10 Bombana), Aktivasi akun Belajar Id pada SMAN 11 Bombana dan juga aktif berbagi dalam komunitas Kami pengajar regional Sulawesi. Salah satu program kedepan menarik dari salah seorang calon Guru penggerak Rosnia Alirman adalah Membangun Kolaborasi dengan pemerintah setempat untuk Mengembangkan Literasi Budaya Sulawesi Tenggara (LIBUR) melalui kampanye media sosial, para calon guru penggerak sangat mengharapkan dukungan dan kerjasama dari semua pihak terutama oleh pemerintah setempat baik dukungan materi maupun yang bukan materi untuk menjalankan program tersebut dengan mempromosikan budaya-budaya yang ada di Sulawesi tenggara melalui media sosial sesuai dengan perkembangan zaman bahwasanya generasi saat ini adalah generasi Z yang notabennya lebih dikenal dengan generasi menunduk sehingga tempat yang paling tepat untuk promosi yang dipilih adalah media sosial yang sering digunakan oleh generasi Z tersebut.
Kepemimpinan yang dilakukan oleh Kepala sekolah SMAN 03 Bombana saat mengambil keputusan adalah sesuatu yang menarik dan patut dijadikan Teladan karena segala keputusan yang diambil sesuai dengan prinsip pengambilan keputusan berdasarkan paradigma berpikir dan menggunakan Langkah-langkah yang konkrit, masuk akal, adil dan bijaksana, berpihak pada murid. Kami berharap SMAN 03 Bombana dapat menjadi model dan teladan bagi sekolah-sekolah lain untuk mewujudkan Generasi Profil pelajar Pancasila.(ds/bdn)