BKKBN Sultra-DPPKB Luncurkan Dashat di Butur Guna Cegah Stunting

Dengarkan Versi Suara

 

Kepala BKKBN Sultra Asmar ( Podium) saat memaparkan Program Dashat dalam penurunan stunting di Kabupaten Buton Utara yang dihadiri Bupati Butur H.Muh.Ridwan Zakaria.(ds/HO-BKKBN Sultra)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, BUTUR – BKKBN Sulawesi Tenggara (Sultra), bersama Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Buton Utara (Butur), berkomitmen mendorong terbentuknya Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) dalam upaya percepatan penurunan stunting.

 

Dijelaskan, Dashat merupakan program BKKBN sebagai salah satu bentuk upaya mencegah stunting lewat kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting seperti calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, baduta/balita terutama dari keluarga kurang mampu.

 

“Sultra terus mendorong terciptanya Kampung Keluarga Berkualitas,” kata Kepala BKKBN Sultra, Asmar, usai peluncuran Program Dashat, di Buton Utara, Selasa (29/11/2022).

 

Bupati Buton Utara, Muh. Ridwan Zakariah, mengapresiasi apa yang dilakukan BKKBN dan stakeholder terkait dalam upaya penurunan stunting di wilayah Buton Utara.

 

“Saat ini angka prevalensi stunting di Buton Utara mencapai 26,8 persenpersen. Harapannya, dengan adanya Dashat tiap ibu hamil, ibu yang hendak hamil dan ibu menyusui lebih diperhatikan asupan nutrisinya sehingga lahir generasi penerus yang optimal, sehat dan berkualitas,” kata Bupati.

 

Melalui program Dashat tersebut menurut dia, keluarga beresiko stunting dapat memperoleh ketersediaan sumber pangan sehat dan padat gizi dan makanan tambahan bernutrisi seimbang melalui pemanfaatan sumberdaya lokal yang dapat dipadukan dengan sumberdaya/ kontribusi dari mitra lainnya.

 

Disebutkan, di Kabupaten Butur sendiri terdapat 19 Kampung Keluarga Berkualitas dan sebanyak tiga desa yaitu Desa Laangke, Desa Banu-Banua Jaya dan Desa Lemoea telah meluncurkan Dashat pada bulan Agustus yang lalu.

 

Sementara itu, Direktur Analisis Dampak Kependudukan BKKBN, Faharuddin, mengatakan sinergi Kementerian/Lembaga, pemerintah pusat dan daerah sangat diperlukan dalam melakukan percepatan penurunan stunting.

 

Faharuddin menambahkan, melalui Inpres Nomor 3 Tahun 2022 pelaksanaan kegiatan Kampung Keluarga Berkualitas dapat lebih optimal, dan menjadi gerakan bersama setingkat desa/kelurahan yang dilaksanakan secara terintegrasi dan konvergen dalam penyelenggaraan pemberdayaan dan penguatan institusi keluarga dengan seluruh dimensinya guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia, keluarga dan masyarakat.(ds/sgn)

 

Baca Juga !
Tinggalkan komentar