SKIPM Kendari: Ekspor Komoditas Hasil Perikanan Sultra Naik 37,5 Persen

Listen to this article
Kantor Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Kendari. (ds/HO)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat volume ekspor komoditas hasil perikanan daerah itu meningkat 37,5 persen.

Kepala SKIPM Kendari, Amdali Adhitama di Kendari, Kamis (13/4), mengatakan bahwa berdasarkan data lalu lintas ekspor komoditas perikanan pada tahun 2022 mencapai 949,06 ton, sementara tahun 2021 baru sebanyak 690,32 ton, naik 37,5 persen.

Dengan demikian, kata dia, dalam satu tahun belakangan ini terjadi peningkatan volume ekspor sebanyak 258,74 ton.

Diungkapnya, jenis komoditas perikanan Sultra yang diekspor tahun 2021, yakni udang vaname, gurita, daging rajungan kaleng, kepiting bakau, julung-julung, cacing laut, ikan hias dan biji mutiara.

“Tujuan negara ekspor meliputi Jepang, Amerika, Singapura, Brunai Darusalam, Prancis, Hongkong, Filipina, Korea dan Australia,” jelasnya.

Sementara tahun 2022, kata Amdali komoditas ikan yang diekspor diantaranya berupa tuna, udang vaname, ikan kerapu, gurita, daging rajungan kaleng, kerang dara, ikan tenggiri, lobster hidup dan biji mutiara.

Adapun pun negara tujuan ekspor ikan Sultra di antaranya Jepang, Amerika, Belanda, Australia, Thailand, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Hong Kong. Dari sejumlah negara itu, yang paling dominan ekspor adalah Jepang, Amerika dan Singapura.

Lebih lanjut Amdali menambahkan hingga tahun 2023, pihaknya sudah melayani jasa pengiriman sebanyak 20 jenis species komoditas kelautan dan perikanan dari wilayah Sultra.

“Jadi selain yang umum seperti udang vaname, gurita dan kepiting bakau, juga ada komoditas ikan layang, tongkol, cakalang, tembung, tuna dan cumi-cumi,” tuturnya. (ds/sgn)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar