Legislator: Pembinaan Ideologi Pancasila Beri Motivasi Anak untuk Maju

DINAMIKA SULTRA.COM, BANDARLAMPUNG – Ketua DPRD Provinsi Lampung Mingrum Gumay mengatakan sosialisasi pembinaan ideologi Pancasila dapat memberikan motivasi untuk maju kepada anak-anak muda yang sedang mencari jati diri
“Anak-anak usia 16 tahunan ini sedang mencari jati diri. Jadi harus kita bekali dengan ilmu pengetahuan, pemahaman, dan informasi yang baik. Jangan sampai mereka terjerumus ke jalan yang salah. Karena ini sudah menjadi tanggung jawab kita untuk mencerdaskan anak bangsa sebagai penerus generasi yang akan datang,” kata dia, di Lampung Tengah, Sabtu.
Ia menjelaskan anak seusia seperti ini sangat rentan dengan pergaulan, keinginan untuk mengikuti kegiatan positif, dan negatif sangat besar. Maka dengan sosialisasi pembinaan ideologi Pancasila dapat mengarahkan anak-anak ke jalan yang lebih positif, untuk kemajuan dan kesuksesan mereka mendatang.
Sebagai penerus generasi bangsa yang berkompeten, cerdas, dan memiliki wawasan unggul, katanya, maka anak-anak harus dibekali dengan ilmu dan pengetahuan yang baik karena ini menjadi salah satu fondasi awal untuk bisa menguatkan karakter anak-anak tersebut.
“Kita harus bisa memberikan masukan positif dan mendidik karena ini menjadi langkah awal anak-anak untuk mengawali kesuksesan pada masa akan datang. Saya senang apabila anak-anak kelak bisa sukses. Bahkan bisa sukses dari saya. Tapi jangan sampai ke depan menjadi orang yang tidak sukses, pasti saya sedih. Saya doakan anak-anak semua bisa sukses di kemudian hari,” ungkapnya.
Ia mengajak pemerintah setempat untuk bisa menyediakan tempat sebagai penyalur hobi anak-anak, seperti arena balap motor. Harus ada tempat, lokasi yang memadai, dan motor yang didukung dengan tim solid karena dengan adanya tempat penyaluran hobi, maka kegiatan anak-anak dapat terpantau dan diawasi aparat keamanan.
“Mereka bisa diawasi pemerintah daerah, TNI, Polri, dan lainnya. Bahkan sarana tempat turnamen atau kompetisi. Ini bisa membawa nama baik daerah karena ada gelaran turnamen-turnamen,” jelasnya.
Dia meminta pemerintah harus ikut serta, jangan tutup mata atau saling menyalahkan. Tetapi harus bisa bersama-sama memberikan ruang terbuka untuk anak-anak menyalurkan hobi mereka masing-masing. Khususnya hal-hal positif dan membangun.(ds/antara)