Kontingen Jambore Pramuka RI Dievakuasi dari Ancaman Topan Khanun

Dengarkan Versi Suara
Ilustrasi – Empat peserta Jambore Pramuka Dunia asal Kabupaten Malinau yang tergabung dalam kontingen Indonesia berfoto di lokasi jambore di Sae Man Geum, Jeolla Utara, Korea Selatan. (ds/ANTARA/HO-Diskominfo Malinau)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, TANJUNG SELOR – Peserta asal Kabupaten Malinau yang mewakili kontingen Indonesia di Jambore Pramuka Dunia ke-25 di Korea Selatan, dievakuasi karena ancaman Topan Khanun di lokasi jambore.

“Kami diarahkan untuk packing karena diperkirakan akan ada angin topan di seputaran arena Jambore,” kata Ketua Kwarcab Malinau Dr Fiteriady di Korea Selatan, melalui keterangan yang diterima di Tanjung Selor, Kalimantan Utara, Rabu.

Ia mengatakan kemungkinan peserta asal Malinau dan anggota kontingen lainnya dijemput kendaraan untuk dievakuasi ke lokasi penampungan yang lebih aman. Mereka mohon doanya agar seluruh anggota kontingen sehat sehingga bisa mengikuti kegiatan Jambore hingga selesai.

“Terima kasih atas segala perhatian kepala daerah dan seluruh unsur pimpinan terkait dengan kepramukaan yang ada di Malinau,” imbuhnya.

Adapun ketiga peserta Jambore Dunia dari Kabupaten Malinau Nabila, Agniya, dan Gesphia, secara bergantian menceritakan pengalaman mereka selama mengikuti Jambore.

“Selama di sini saya mendapat banyak pengalaman seperti bisa mengetahui lebih banyak budaya dari negara lain,” ujar Agniya.

Adapun Gesphia mengakui dapat mengenal orang-orang baru dari benua dan negara yang berbeda. Mereka saling berkenalan, berinteraksi, dan belajar bersama.

Nabila mengatakan saat jambore berlangsung mereka sempat mengenakan pakaian adat suku besar di Kalimantan Utara. Nabila mengenakan pakaian adat Bulungan, Agniya mengenakan pakaian adat Tidung, Gesphia memakai pakaian adat Dayak Kenyah, dan Fiteriady memakai pakaian adat Dayak Lundayeh.

“Selain mendapat pengalaman, teman, dan budaya baru, kami juga mengajak kepada peserta yang lain untuk mempelajari tentang budaya yang ada di Malinau, kebetulan kemarin kami mengenakan pakaian adat daerah,” ujar Nabila.

Nabila mengatakan peserta dari seluruh dunia sangat antusias dan tertarik dengan budaya Indonesia, khususnya Malinau. “Alhamdulillah sampai saat ini kondisi kami semua sehat,” ucapnya.

Sebelumnya Kabupaten Malinau satu-satunya daerah di Kalimantan Utara mengutus generasi mudanya mewakili Indonesia pada World Scout Jamboree atau Jambore Pramuka Dunia 2023 di Korea Selatan.

“Kabupaten Malinau mengutus empat generasi muda terbaiknya sebagai peserta Jambore Pramuka Dunia ke Korea Selatan,” kata Bupati Malinau Wempi W Mawa.

Empat generasi muda Malinau itu adalah Nabila Maulidya (pelajar SMA 1 Malinau), Agniya Fildjah Qurratu Aini (pelajar SMA 1 Malinau), Gesphia Theadira (pelajar SMP 1 Malinau Kota), dan Muhammad Fiteriady sebagai Pembina Pendamping atau Unit Leader Kontingen Indonesia.(ds/antara)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar