UHO Kendari Akan Laksanakan Pemilu Raya 2023

Dengarkan Versi Suara
Gedung rektorat Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari. (Humas-UHO)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Sesuai jadwal tahapan yang diputuskan Komisi Pemilihan Umum Raya Mahasiswa (KPU-RM) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), akan melaksanakan Pemilu Raya (Pemira) tahun 2023.

Perlu diketahui, saat ini sudah ada 248 calon dengan rincian Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) 10 calon, BEM Fakultas 64, Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) 63 dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas 111 calon.

Ketua KPU-RM UHO, La Ode Anan Maulana Arimu mengatakan, Pemira UHO 2023 ini akan digelar pada 15 Desember mendatang.

“Kini sudah ada 248 calon yang mendaftarkan diri. Pendaftaran bakal calon MPM, BEM, BEM Fakultas dan DPM fakultas, sesuai dengan jadwal tahapan yang telah disepakati KPU-RM yaitu mulai 1 hingga 10 November 2023,” ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk tahapan Pemira 2023 itu yang telah dikeluarkan KPU-RM ada 16 tahapan yaitu pendaftaran bakal calon MPM, BEM, BEM fakultas dan DPM fakultas.

Kedua, verifikasi berkas bakal calon. Ketiga, penetapan bakal calon sementara. Empat, masa perbaikan berkas bakal calon. Lima, verifikasi perbaikan berkas bakal calon.

Enam, penetapan bakal calon yang memenuhi syarat. Tujuh, masa sanggah calon dan DPT Pustik. Delapan, penetapan calon. Sembilan, pencabutan nomor urut calon.

Sepuluh, kampanye dan debat kandidat BEM UHO dan BEM Fakultas. Ke-11, sosialisasi cara pemilihan E-voting, ke-12, masa tenang. Pada ke-13 pemungutan, perhitungan dan pengumuman hasil Pemira.

Tahapan ke-14, masa sanggah. Ke-15, penetapan ketua atau wakil ketua BEM UHO. MPM, BEM Fakultas dan DPM Fakultas serta kemudian pelantikan.

“Untuk pemilihan nantinya akan menggunakan sistem E-Voting,” ujarnya.

Ia menuturkan untuk menjadi pengurus lembaga UHO, syarat umum yang harus dipenuhi untuk menjadi pengurus MPM, BEM, BEM Fakultas dan DPM Fakultas yaitu sehat jasmani dan rohani, tidak dalam penyalahgunaan narkoba, mahasiswa aktif UHO, tidak melakukan demo yang bersifat anarkis di dalam kampus maupun di luar kampus dan IPK minimal 3,00.

“Adapun hal-hal yang dapat membatalkan calon yaitu IPK yang tidak memenuhi standar 3,00, berkas persyaratan tidak lengkap dan memalsukan dokumen persyaratan,” ungkapnya.

Sehingga ia berharap agar para calon nantinya tetap selalu menjaga kondusifitas wilayah kampus dan bertarung dengan sehat berbasis intelektual.

“Saya juga berharap agar Pemira nantinya dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan apa yang kita harapkan,” Pungkasnya.(ds/adf)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar