Kanwil DJPb Sultra: Realisasi Belanja Negara Capai Rp26,78 Triliun

Dengarkan Versi Suara
Kepala DJPb SUltra Syarwan. (Ist)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyebutkan bahwa realisasi belanja negara untuk Provinsi Sultra per 24 November 2023 mencapai Rp26,78 triliun.

Kepala Kanwil DJPb Sultra Syarwan saat ditemui di Kendari, Selasa, mengatakan bahwa beberapa capaian belanja negara tersebut terdiri dari belanja kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp7,11 triliun dan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp15,08 triliun.

“Persentase realisasi total belanja negara sebesar 82,84 persen dari pagu, hal itu terdiri dari belanja K/L sebesar 80,43 persen dari pagu. Dan untuk TKD sebesar 84,04 persen dari pagu,” kata Syarwan.

Dia menjelaskan bahwa secara year of year (yoy), belanja K/L tumbuh sebesar 15,43 persen, dan untuk belanja TKD tumbuh mencapai 0,40 persen.

“Sedangkan untuk belanja pegawai tumbuh sebesar 3,39 persen, belanja barang tumbuh sebesar 40,48 persen, untuk belanja modal tumbuh sebesar 0,08 persen, dan untuk belanja bantuan sosial (bansos) tumbuh sebesar 21,56 persen,” ujar Syarwan lagi.

Kepala Kanwil DJPb itu, juga menyampaikan bahwa realisasi belanja tertinggi pada belanja K/L terdapat pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebesar Rp2,41 triliun atau setara 34,06 persen dari total realisasi belanja di wilayah Provinsi Sultra.

“Kemudian, KPU (Komisi Pemilihan Umum) dan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) memiliki pertumbuhan tertinggi (yoy) masing-masing sebesar 388,13 persen dan 334,66 persen sebagai dampak akselerasi pelaksanaan tahapan pemilu,” kata Syarwan.

Dia juga menambahkan bahwa pada belanja Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) dari persentase terhadap pagu, kinerja tertinggi terdapat pada KPPN Kolaka sebesar 86,47 persen yang terutama disumbangkan oleh akselerasi belanja pegawai.

“Sedangkan dari nominal, kinerja tertinggi dicapai oleh KPPN Kendari sebesar Rp5,62 triliun atau sekitar 79,12 persen dari seluruh realisasi belanja KPPN,” Kata Syarwan pula.(ds/sgn)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar