Logistik Pemilu 2024 Tiba di Badau Perbatasan Indonesia-Malaysia

Dengarkan Versi Suara
Logistik pemilu Kecamatan Badau sudah berada di Aula Kantor Kecamatan Badau untuk selanjutnya didistribusikan ke masing-masing TPS di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat. (ds/ANTARA/Teofilusianto Timotius.)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KAPUAS HULU – Logistik pemilu yang akan digunakan pada 14 Februari 2024 saat ini sudah didistribusikan ke tingkat kecamatan, salah satunya di Kecamatan Badau daerah perbatasan Indonesia-Malaysia, di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat.

“Semua logistik untuk pemilu sudah kami terima dengan aman dan Senin (12/02) besok akan kami geser ke masing-masing TPS,” kata Camat Badau Edi Suharta, di Badau Kapuas Hulu, Minggu.

Disampaikan Edi, jumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Badau sebanyak 28 TPS dengan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 5.179 jiwa.

Menurut dia, untuk sementara logistik pemilu disimpan di aula Kantor Camat Badau dengan pengawalan dan pengamanan ketat oleh petugas keamanan.

Logistik tersebut akan didistribusikan ke masing-masing TPS pada Senin (12/02) dan dipastikan bisa digunakan pada 14 Februari 2024 di TPS.

Edi mengajak masyarakat perbatasan di Kecamatan Badau untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban serta menggunakan hak pilih pada hari pencoblosan.

“Mari kita sukseskan pemilu ini datang ke TPS dan kita gunakan bersama hak pilih secara demokrasi untuk memilih presiden dan wakil presiden serta legislatif baik itu DPD, DPR RI, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten,” katanya.

Sementara itu, Ketua KPU Kapuas Hulu Muhammad Yusuf mengatakan semua logistik pemilu sudah didistribusikan ke tingkat kecamatan yang dimulai pada Kamis (8/2) sampai dengan Minggu (11/2).

“Kami memang prioritas pendistribusian logistik ke sejumlah kecamatan yang jauh terutama daerah terpencil dan perbatasan termasuk ke pesisir Sungai Kapuas,” katanya.

Dia berharap pendistribusian logistik dari kecamatan atau panitia pemilih kecamatan (PPK) ke tingkat desa atau panitia pemungutan suara (PPS) minimal sehari sebelum masa pungut hitung sudah tiba di masing-masing TPS.

“Kami sudah mengantispasi agar semua logistik minimal sehari sebelum pencoblosan sudah ada di masing-masing TPS,” katanya.

Yusuf memastikan pendistribusian logistik sudah berjalan aman dan lancar dengan pengawalan dan pengamanan ketat oleh petugas keamanan.

“Harapan kita semua proses pelaksanaan pemilu bisa berjalan aman dan lancar, gunakan hak pilih dan tetap menjaga keamanan dan ketertiban,” pesan Yusuf.(ds/antara)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar