Prodi Bioteknologi FMIPA UHO Kendari Raih Akreditasi Unggul

Suasana asesmen lapangan Prodi Bioteknologi FMIPA UHO. (Humas-UHO)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Meraih akreditasi unggul bagi sebuah program studi (Prodi) atau jurusan, tentu tidak mudah. Banyak syarat atau skor yang harus dipenuhi untuk mengantongi akreditasi tertinggi tersebut.

Dibawah kendali Prof Dr Muhammad Zamrun Firihu, Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari berupaya untuk melakukan optimalisasi berbagai kegiatan/ program dalam rangka peningkatan akreditasi.

Beberapa tahun terakhir ini, buah kerja keras tersebut menuai hasil. Sejumlah Prodi/ jurusan pun mengalami peningkatan akreditasi.

Bahkan, tahun 2024 ini, sejumlah Prodi pun berhasil mengantongi akreditasi tertinggi, yakni akreditasi unggul.

Setelah Prodi Kesehatan Masyarakat, giliran Program Studi (Prodi) Bioteknologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari meraih akreditasi unggul.

Hal tersebut sesuai keputusan Lembaga Akreditasi Mandiri Sains Alam dan Ilmu Formal nomor 014/SK/LAMSAMA/Akred/S/ III/2024, yang berlaku mulai 21 Maret 2024 hingga 20 Maret 2029 mendatang.

Dekan FMIPA, Prof. Dr. Ida Usman, M.Si mengatakan bahwa baru-baru ini Prodi Bioteknologi FMIPA UHO raih akreditasi unggul.

“Alhamdulillah, dalam usia yang baru menginjak 7 tahun, Prodi Bioteknologi sudah terakreditasi unggul. Ini merupakan pencapaian yang luar biasa. Atas kerja keras semua tim, Prodi Bioteknologi bisa meriah akreditasi unggul,” ungkapnya.

Ida Usman menyebut, bahwa persiapan akreditasi Bioteknologi FMIPA UHO pun sangat singkat yakni tidak cukup dalam setahun.

“Sebenarnya kami sudah mempersiapkan beberapa bulan sebelumnya, dengan memperkuat poin-poin penunjang untuk unggul. Atas kerja sama pimpinan UHO, pimpinan FMIPA, tim jaminan mutu, dan tim akreditasi Prodi Bioteknologi, proses asesmen lapangan berjalan dengan lancar. Dan menghasilkan akreditasi unggul,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Prodi Bioteknologi FMIPA UHO, Sri Ambardini, mengungkapkan bahwa akreditasi unggul ini merupakan peringkat akreditasi tertinggi dari tiga grade akreditasi, yakni unggul, baik sekali, dan baik.

Dalam penilaian akreditasi, terdapat sembilan standar yang harus dipenuhi yakni standar visi, misi, tujuan dan strategi, tata pamong dan kelola, serta kerjasama. Kemudian, mahasiswa, Sumber Daya Manusia (SDM), keuangan, sarana dan prasarana, pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta luaran dan capaian Tridharma.

“Setiap standar harus betul-betul diperhatikan dan memiliki indikator tersendiri untuk mendapatkan nilai yang maksimal,” ungkapnya.

Sri Ambardini menambahkan, bahwa yang harus ditingkatkan juga dalam menghadapi akreditasi yakni prestasi mahasiswa, baik akademik maupun non akademik, serta publikasi mahasiswa.

“Selain itu, kerjasama dan kolaborasi antara pimpinan Universitas, Fakultas, dan tim akreditasi yang terdiri dari Dosen, Alumni dan Mahasiswa juga sangat diperlukan,” ucapnya.

“Kedepannya kita akan memperbaiki apa yang telah menjadi masukan dan saran dari asesor, utamanya terkait dengan sistem penjaminan mutu dalam meningkatkan pelayanan akademik,” Tutupnya.(ds/adf)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar