Barantin Sultra Perketat Pengawasan Pelabuhan Jelang Lebaran

Barantin saat mengunjungi posko Lebaran. (ds/HO-Karantina Sultra)

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Tenggara (Sultra) memperketat pengawasan terhadap komoditas pertanian dan perikanan di seluruh pelabuhan dan Bandara di wilayah Provinsi Sultra jelang lebaran Idul Fitri 2025.

Deputi Karantina Tumbuhan Barantin Bambang saat dihubungi di Kendari, Kamis sore, mengatakan bahwa langkah ini dilakukan untuk mencegah penyebaran hama dan penyakit yang berpotensi mengancam ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa risiko penyebaran hama dan penyakit saat arus mudik selalu meningkat. Sebab, menjelang Idul Fitri aktivitas pengiriman dan distribusi pangan juga ikut meningkat.

“Pelabuhan Kolaka dan Tobaku adalah jalur utama keluar masuk komoditas pertanian dan perikanan antara Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan. Risiko penyebaran hama dan penyakit meningkat saat arus mudik, sehingga kami harus memastikan semua komoditas yang beredar telah melalui pemeriksaan karantina yang ketat,” kata Bambang.

Dia menyebutkan bahwa selain di dua pelabuhan utama tersebut, pihaknya juga meningkatkan pengawasan di jalur transportasi lainnya, seperti Satuan Pelayanan Betoambari Baubau, dan Bandara Haluoleo. Sebab, Bandara dan pelabuhan sering menjadi titik rawan masuknya komoditas ilegal yang tidak memenuhi standar kesehatan.

“Kami mengantisipasi potensi penyelundupan komoditas yang bisa membawa penyakit atau hama berbahaya. Petugas karantina harus memastikan bahwa seluruh barang yang masuk maupun keluar telah melewati prosedur pemeriksaan yang ketat,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan inspeksi terhadap kapal-kapal asing yang masuk ke wilayah perairan Sultra. Fokus utama pengawasannya sendiri adalah produk olahan yang berpotensi membawa penyakit, sejalan dengan meningkatnya volume perdagangan dan distribusi bahan pangan selama bulan Ramadan dan Idul Fitri.

Sementara itu, Kepala Karantina Sultra A. Azhar mengungkapkan bahwa pihaknya telah menginstruksikan seluruh satuan pelayanan di bawah koordinasi Tim Kerja Penegakan Hukum (Gakkum) untuk meningkatkan kewaspadaan. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah pelaksanaan Operasi Patuh Karantina, yang dilakukan secara serentak di seluruh unit pelaksana teknis Barantin di Indonesia mulai 24 Maret hingga 10 April 2025.

“Operasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa pengawasan terhadap komoditas pertanian dan perikanan tetap berjalan optimal menjelang hari raya. Kami bekerja sama dengan instansi terkait untuk mencegah masuknya hama dan penyakit yang dapat membahayakan ekosistem pertanian dan perikanan di Sultra,” ucap Azhar.

Dalam Operasi Patuh Karantina itu, petugas karantina akan melakukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap komoditas yang masuk dan keluar dari wilayah Sultra. Setiap produk wajib dilengkapi dengan dokumen karantina resmi. Sementara pemeriksaan fisik dilakukan untuk memastikan tidak ada ancaman penyakit yang terbawa.

Dengan berbagai langkah antisipatif yang telah dilakukan, Karantina Sultra berharap dapat menjaga keamanan pangan serta melindungi sektor pertanian dan perikanan di wilayahnya selama periode Lebaran.

“Upaya ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya prosedur karantina dalam menjaga kualitas produk yang beredar di pasaran,” tambahnya.(ds/ono)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar