Perum Bulog Sultra: Serapan Beras Mei 2025 Capai 70 Ribu Ton

Listen to this article
Kepala Perum Bulog Kanwil Sulawesi Tenggara Siti Mardati Saing. (Ist)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat serapan beras pada Mei 2025 di wilayah Bumi Anoa mencapai 70 ribu ton.

Kepala Perum Bulog Kanwil Sultra Siti Mardati Saing saat ditemui di Kendari, Selasa, mengatakan bahwa stok beras yang dimiliki oleh Bulog saat ini diperkirakan bisa bertahan hingga 32 bulan ke depan.

“Jadi sekarang stok beras sangat melimpah dan ketahanan stok itu kami hitung dengan 70 ribu ton bisa bertahan selama 32 bulan ke depan,” kata Siti Mardati Saing.

Ia menyebutkan bahwa dengan serapan pada Mei 2025 yang mencapai 70 ribu ton tersebut tersebar di seluruh wilayah se-Sultra. Dan untuk memenuhi cadangan beras Bulog Sultra telah menyewa sebanyak 17 unit gudang dengan kapasitas tiap gudang bias menampung 35 ribu ton.

“Dan itu nanti akan bertambah sesuai dengan gabah petani yang diserap oleh Bulog,” ujarnya.

Siti Mardati Saing juga menyampaikan jika Kabupaten Konawe, Sultra, saat menjadi sentra produksi padi terbesar untuk di seluruh wilayah Bumi Anoa.

“Sentra padi ada di Konawe, industrinya juga banyak di sini, jadi yang memiliki andil paling besar di antara kabupaten sentra produksi, yaitu di Kabupaten Konawe,” jelas Siti Mardati Saing.

Sedangkan itu, Bulog Kantor Cabang Unaaha memastikan penyerapan gabah dan beras dari petani maupun mitra penggilingan terus dilakukan.

Sementara, untuk penyerapan gabah kering petani, Bulog Sultra mencatat telah menyerah gabah kering mencapai 88.200 ton hingga Mei 2025 ini dengan total gabah kering panen yang dibeli itu setara dengan 44.100 ton beras medium.

Capaian tersebut merupakan tindak lanjut dari kebijakan pemerintah, yang menugaskan Bulog untuk membeli gabah langsung dari petani dengan harga acuan Rp6.500 per kilogramnya. Pembelian gabah langsung dari petani bertujuan menstabilkan harga gabah di tingkat petani sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani .

“Bulog membeli gabah petani sebesar Rp 6.500 dan kebijakan ini sesuai arahan pemerintah pusat untuk memberikan harga yang layak bagi petani , sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka,“ tambah Siti Mardati Saing.(ds/ono)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar