Disbun: Produksi Pala Sultra 778 Ton 2025

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Perkebunan dan Hortikultura (Disbun Horti) mencatat produksi pala di provinsi tersebut mencapai 778 ton di semester pertama 2025 dengan tingkat produktivitas 296,38 kilogram per hektare.
Kepala Disbun Horti Sultra La Ode Muhammad Rusdin Jaya di Kendari, Senin, mengatakan produksi tersebut berasal dari sekitar 2.652 hektare (ha) lahan pala yang sudah masuk kategori produktif.
“Total luas areal tanaman pala di Sultra mencapai 7.158 hektare, dengan dua daerah utama penghasil, yakni Kabupaten Konawe Kepulauan dan Konawe Selatan,” kata Rusdin.
Ia mengatakan komoditas unggulan itu menunjukkan produktivitas sebesar 296,38 kilogram per hektare dan dinilai memiliki kontribusi penting terhadap ketahanan ekonomi sektor perkebunan di daerah.
“Meski sebagian besar masih dalam fase belum produksi, potensi pala di Sultra cukup menjanjikan jika dilihat dari luas tanam dan iklim wilayah,” ujar Rusdin.
Rusdin mengatakan dari total luas tersebut, sekitar 4.000 ha memang masih dalam kategori belum menghasilkan karena pohon masih muda atau baru ditanam.
Sedangkan untuk jumlah petani yang terlibat dalam budidaya pala tercatat sebanyak 9.921 orang, yang sebagian besar mengelola lahan secara swadaya di kebun milik rakyat.
Rusdin menjelaskan pengembangan pala merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemprov Sultra untuk memperkuat subsektor perkebunan.
“Komoditas ini memiliki peluang pasar yang luas, baik di dalam negeri maupun untuk ekspor,” jelas Rusdin.
Sebagai tindak lanjut dari visi Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra Andi Sumangerukka-Hugua, pemerintah provinsi melalui Disbun Horti akan fokus pada sejumlah program prioritas, seperti peremajaan tanaman, penyediaan bibit unggul, pelatihan teknis budidaya, serta penguatan kemitraan dengan pelaku industri pengolahan.
Dukungan infrastruktur pascapanen dan fasilitasi akses pasar juga akan menjadi perhatian utama dalam lima tahun ke depan.
“Pemerintah daerah terus mendukung petani pala melalui pelatihan, pendampingan teknis, serta fasilitasi bantuan dan pembiayaan, agar ke depan produksi dan produktivitas terus meningkat,” kata Rusdin.(ds/ono)