Andi Sumangerukka Dorong Pariwisata Berkelanjutan di Pulau Sulawesi

Listen to this article
Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka. (ds/HO-Pemprov Sultra)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka mendorong pariwisata terintegrasi dan berkelanjutan di Pulau Sulawesi, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

 

 

 

Gubernur Sultra yang juga Ketua Badan Kerja sama Pembangunan Regional Sulawesi (BKPRS) Andi Sumangerukka saat dihubungi di Kendari, Selasa, mengatakan bahwa untuk menciptakan pengalaman wisata yang holistic dan berkelanjutan tersebut harus melibatkan semua pihak untuk berkolaborasi mencapai tujuan bersama.

 

Ia menyampaikan tujuan dari pariwisata terintegrasi itu dilakukan dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi, aksesibilitas darat, laut dan udara se-Pulau Sulawesi, hingga meningkatkan kunjungan wisatawan domestik dan asing.

 

“Itu juga tentunya akan mendorong promosi dan investasi, melestarikan budaya dan lingkungan serta pemberdayaan Masyarakat. Di samping pariwisata berkelanjutan dari sisi pengelolaan, sosial ekonomi, budaya, dan lingkungan,” katanya.

 

Dia menyebutkan, saat ini kinerja Pariwisata Pulau Sulawesi berada di peringkat ketiga setelah Pulau Jawa dan Sumatera berdasarkan data Badan Pusat Statistik.

 

“59 persen Wisatawan Nusantara di Pulau Sulawesi menggunakan angkutan darat pribadi, meski dengan kualitas infrastruktur jalan tidak sebaik Pulau Jawa,” ujarnya.

 

Andi Sumangerukka juga menjelaskan, pentingnya pendekatan pembangunan yang terintegrasi lintas sektor.

 

Menurutnya, kekayaan sumber daya alam Sulawesi Tenggara, baik di bidang pertambangan, perikanan, pertanian, termasuk pariwisata perlu dikelola secara terpadu demi mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.

 

“Pariwisata tidak bisa berdiri sendiri. Ia harus terhubung dengan sektor-sektor lain dan membuka akses terhadap wilayah hinterland,” jelasnya.

 

Dia memaparkan jika Pulau Sulawesi memiliki sejumlah destinasi wisata kelas dunia, diantaranya Toraja, Geopark Maros Pangkep, Likupang, Wakatobi, Karts Liangkobori, Keraton Buton, Taman Nasional Lore Lindu, Kepulauan Toggean, Luwuk Banggai, dan Labengki-Sombori.

 

“Destinasi Wisata Kelas Dunia tersebar di sejumlah provinsi dalam Pulau Sulawesi termasuk wisata Bahari yang semua zona saling terhubung secara geografis dan potensi. Oleh karenanya diperlukan tindak lanjut dalam bentuk MoU antar Gubernur se-Sulawesi untuk pengembangan Pariwisata se-Sulawesi yang terintegrasi dan berkelanjutan,“ ucap Andi Sumangerukka.

 

Ia menuturkan MoU yang dimaksud tersebut meliputi peningkatan akses (pengembangan rute lintas pulau berbasis LoB dan Cruise), peningkatan Investasi (Resort Premium, Pelni Cruise Carter/KM/ Umsini, Forum Bisnis Investasi Pariwisata Sulawesi).

 

Promosi Pariwisata (SAIL SULAWESI) sebagai branding Pariwisata Regional, peningkatan SDM joint Event (Kemilau Sulawesi), pengembangan Desa Wisata, dan event Sport Touriusm “Sulawesi Berlari”.(ds/ono)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar