Kapolresta: Semarak Bhayangkara Wujud Kehadiran Polri untuk Masyarakat

Listen to this article
Kapolresta Banyumas Kombes Pol Ari Wibowo (kiri) dan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyerahkan paket sembako gratis kepada penerima manfaat dalam pembukaan Semarak Bhayangkara di Kompleks Gelanggang Olahraga Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (19/7/2025). (ds/ANTARA/Sumarwoto)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, BANYUMAS – Kepala Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas Komisaris Besar Polisi Ari Wibowo mengatakan kegiatan Semarak Bhayangkara yang digelar Polresta setempat pada 19-20 Juli 2025, merupakan wujud kehadiran Polri untuk masyarakat.

 

“Kegiatan ini digelar dalam rangka Hari Bhayangkara Ke-79,” katanya usai pembukaan Semarak Bhayangkara di Kompleks Gelanggang Olahraga Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu.

 

Ia mengatakan kegiatan tersebut diisi dengan pameran produk usaha mikro kecil dan menengah, pameran alat utama sistem senjata (alutsista) Polresta Banyumas dan Brimob Kepolisian Daerah Jawa Tengah, serta lomba kopi, baik manual brew maupun latte art.

 

Selain itu, bazar paket sembako murah, pembagian paket sembako gratis, hiburan musik, dan diakhiri dengan Bhayangkara Fun Run pada hari Minggu (20/7).

 

“Semarak Bhayangkara menjadi bagian dari tema besar Hari Bhayangkara Ke-79, yaitu Polri untuk masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa Polresta Banyumas hadir tidak hanya dalam aspek keamanan, juga mendukung pemulihan dan geliat ekonomi, khususnya sektor UMKM,” katanya.

 

Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan apresiasi kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Banyumas, khususnya Bupati Banyumas dan seluruh pemangku kepentingan yang turut berperan dalam mendukung kelancaran kegiatan tersebut.

 

Ia menilai semangat kolaborasi di Kabupaten Banyumas luar biasa. “Ini terlihat dari banyaknya kegiatan yang berjalan harmonis dan kondusif,” kata Kapolresta.

 

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan bahwa hubungan harmonis antara kepolisian dan masyarakat menjadi kunci stabilitas daerah.

 

Ia mencontohkan saat terjadi unjuk rasa terkait dengan aturan Over Dimension Over Loading (Odol) yang dilakukan sopir truk di berbagai daerah termasuk Banyumas.

 

Menurut dia, unjuk rasa di Banyumas berlangsung kondusif, karena hubungan sesama anggota Forkopimda Banyumas harmonis, sehingga bisa mengajak perwakilan sopir truk untuk berdiskusi.

 

“Surat terkait dengan aspirasi mereka sudah kami antar ke Kementerian Perhubungan,” katanya.

 

Bupati mengharapkan dengan adanya kegiatan semacam itu, Banyumas ke depan makin moncer dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakatnya meningkat.(ds/antara)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar