Mahasiswa KKN UHO 2025 Gagas English Meeting Club dan Sekolah Alam di Konsel

Listen to this article
Foto bersama mahasiswa KKN Batch 2 UHO 2025 dengan Kepala SD Negeri 3 Kolono, konsel. (Humas-UHO)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Batch 2 Angkatan 2025 yang ditempatkan di Desa Awunio, Kecamatan Kolono, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), mulai mengakselerasi program kerja mereka sejak hari pertama.

Salah satu kegiatan awal dilakukan adalah sosialisasi di SD Negeri 3 Kolono, yang mendapat sambutan hangat dari Kepala Sekolah, Sukisman, S.Pd.

Dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban tersebut, mahasiswa memperkenalkan diri sekaligus memaparkan program kerja (proker), yang akan dijalankan selama masa KKN.

Dua program utama menjadi fokus di bidang pendidikan adalah English Meeting Club dan Sekolah Alam, yang dinilai sangat relevan dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan abad ke-21.

Program English Meeting Club bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris siswa, melalui kegiatan speaking rutin, terstruktur, dan dikemas dengan metode yang menyenangkan serta interaktif.

Kegiatan ini akan dilaksanakan di dalam kelas, dengan harapan siswa akan lebih termotivasi untuk belajar bahasa Inggris, dalam suasana yang tidak menegangkan.

Menurut Kepala SDN 3 Kolono, Sukisman, S.Pd., kemampuan berbahasa Inggris kini menjadi kebutuhan dasar dalam menghadapi era globalisasi.

“Bahasa Inggris bukan sekadar bahasa asing, melainkan kunci untuk mengakses informasi global, memperluas jaringan internasional, dan membuka peluang karier yang lebih luas,” ujarnya.

Program kedua yang tidak kalah penting adalah Sekolah Alam. Program ini mengusung konsep pembelajaran di luar ruangan (outdoor).

Dengan memanfaatkan potensi alam sekitar, siswa diajak belajar secara langsung mengenai sains, lingkungan, dan kehidupan sosial.

Pendekatan ini diyakini mampu meningkatkan kreativitas, kepedulian lingkungan, dan keterampilan abad 21.

Ratna, S.Pd., Gr., selaku pendamping kegiatan pendidikan menjelaskan, Sekolah Alam akan dikembangkan dengan pendekatan kearifan lokal.

“Kami ingin siswa belajar dari lingkungannya sendiri, mengenal potensi lokal, dan tetap menjaga nilai-nilai budaya setempat,” jelasnya.

Menurutnya, Sekolah Alam bukan hanya solusi atas tantangan pendidikan di era globalisasi, tetapi juga wadah membentuk karakter siswa agar lebih adaptif, berwawasan luas, dan berdaya saing tanpa meninggalkan identitas lokal.

Diskusi yang berlangsung antara mahasiswa dan pihak sekolah berlangsung hangat dan penuh semangat.

Para guru, termasuk Kepala Sekolah, Sukisman, S.Pd., memberikan berbagai masukan konstruktif, agar program yang dirancang mahasiswa dapat berjalan efektif dan sesuai kebutuhan sekolah.

“Program ini sangat positif dan kami mendukung penuh. Kami percaya, dengan kolaborasi ini, siswa akan mendapatkan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan bermanfaat,” ujarnya menutup sesi diskusi.

Putu Agus Sutraitno, salah satu mahasiswa yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, melaporkan bahwa dukungan dari pihak sekolah memberikan semangat tambahan bagi tim KKN untuk merealisasikan kedua program unggulan tersebut di Desa Awunio. (ds/adf)

 

 

Baca Juga !
Tinggalkan komentar