Wagub Sidak Kedisiplinan Pelayanan di Disketspang Sultra

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Hugua melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk mengecek kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN) dan pelayanan di Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Sulawesi Tenggara.
Wagub Sultra Hugua di sela kegiatan sidak tersebut di Kendari, Rabu, mengatakan dalam pelaksanaan sidak tersebut dirinya mendapati tingkat kehadiran ASN di Disketapang diperkirakan mencapai 87 persen dari total keseluruhan 64 orang ASN di dinas tersebut.
Dalam sidak tersebut dirinya menemukan sebanyak 10 orang ASN tidak hadir tanpa keterangan, sedangkan dua orang lainnya izin cuti karena ada urusan di luar kota.
“Ini bisa dikatakan sebagai kedisiplinan yang cukup baik. Hal ini mencerminkan bahwa pelan tapi pasti, aparat di Sultra,mulai melembagakan budaya disiplin,” ujarnya.
Hugua mengungkapkan bahwa dalam kepemimpinannya bersama dengan Gubernur Sultra Andi Sumangerukka selalu menekankan disiplin di lingkungan ASN lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra.
“Ini mencerminkan bahwa Sulawesi Tenggara ke depan itu pasti Insya Allah lebih maju karena tercermin dari ASN-nya yang semakin disiplin,” ujarnya.
Dia menjelaskan indikator dari sidak tersebut melihat jika kehadiran ASN di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) itu bisa mencapai 90 persen tingkat kehadirannya.
“Cuman kan pagi-pagi ada saja halangan mungkin tidak melapor. Tetapi dengan kehadiran apel pagi jam 7:30 Wita itu sebanyak 87 persen, dan itu mencerminkan bahwa sudah di atas 75 persen,” ujarnya.
Dia juga menyoroti penerapan sistem absensi, yang sebagian besar OPD masih bergantung pada absensi manual, sementara untuk absensi elektronik belum berjalan dengan optimal.
Padahal, kata dia, seharusnya menjadi acuan penilaian itu adalah absensi elektronik untuk pencatatan kehadiran ASN.
“Jika absensi elektronik masih disiasati, maka absensi manual tetap dipakai sebagai pembanding. Meski begitu, absensi manual ke depan diharapkan tidak lagi digunakan karena fungsinya hanya sebagai alat kroscek,” ungkapnya.
Hugua menegaskan jika sidak tersebut bukan hanya untuk formalitas saja. Hal itu dilakukan untuk melihat tingkat kedisiplinan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Sidak ini selama saya masih jadi Wakil Gubernur Sultra, akan terus dilakukan sampai kedisiplinan ini menjadi life style atau budaya,” tambah Hugua.(ds/ono)