Civitas Akademika UHO-Andi Sumangerukka Beri Penghormatan Terakhir untuk Rektor Prof. Armid

Listen to this article
Civitas akademika, mahasiswa, dosen, hingga pejabat daerah memberikan penghormatan terakhir kepada Rektor UHO, Prof. Dr. Ir. Armid, bertempat di gedung Auditorium UHO, Minggu (24/8/2025). (Ist)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Suasana duka menyelimuti Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari. Civitas akademika, mahasiswa, dosen, hingga pejabat daerah memberikan penghormatan terakhir kepada Rektor UHO, Prof. Dr. Ir. Armid, yang wafat pada Sabtu malam (23/8/2025) akibat serangan jantung.

Menjelang pemakaman, jenazah almarhum terlebih dahulu disemayamkan di Auditorium UHO pada Minggu pagi (24/8/2025).

Sejak pukul 10.30 WITA, aula sudah dipadati ribuan pelayat, mulai dari keluarga, kerabat, mahasiswa, dosen, hingga petinggi kampus. Mereka hadir untuk memberikan doa dan menyampaikan belasungkawa atas kepergian sang rektor.

Sekitar pukul 11.42 WITA, jenazah almarhum tiba di Auditorium dan langsung disambut dengan penuh khidmat. Suasana haru pecah ketika peti jenazah dibawa masuk ke dalam ruangan, diiringi lantunan doa dan isak tangis keluarga besar UHO.

Sesuai agenda, upacara resmi penerimaan jenazah digelar di Auditorium UHO sebagai bentuk penghormatan terakhir. Selanjutnya, jenazah almarhum disalatkan di Masjid Arafur Rahim, sebelum diberangkatkan ke TPU Punggolaka untuk dimakamkan.

Turut hadir dalam penghormatan terakhir tersebut, Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, yang menyampaikan rasa duka mendalam atas berpulangnya Prof. Armid.

“Sulawesi Tenggara kehilangan sosok akademisi terbaik. Beliau baru saja mengemban amanah sebagai Rektor, namun dedikasinya sudah dirasakan oleh banyak pihak,” ujarnya.

Kepergian Prof. Armid sangat mengejutkan, belum sebulan menjabat sebagai Rektor UHO menggantikan Prof. Muhammad Zamrun Firihu untuk periode 2025–2029 sejak 1 Agustus lalu.

Ironisnya, pada pagi sebelum kabar duka beredar, almarhum masih sempat mengikuti kegiatan jalan santai Dies Natalis UHO ke-44 bersama civitas akademika.

Ucapan belasungkawa terus mengalir, baik dari lingkungan kampus maupun tokoh masyarakat dan pemerintah daerah. Bagi keluarga besar UHO, wafatnya Prof. Armid bukan hanya kehilangan seorang pemimpin, tetapi juga sosok akademisi yang rendah hati dan berdedikasi tinggi. (ds/ono)

 

Baca Juga !
Tinggalkan komentar