Dikbud Liburkan Pelajar SMA se-Sultra Antisipasi Dampak Demo di Kendari

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) meliburkan seluruh sekolah tingkat SMA, SMK, dan SLB selama tiga hari pada 1-3 September 2025, untuk mengantisipasi dampak demonstrasi di Kota Kendari.
Kepala Dikbud Provinsi Sultra Dr. Aris Badara saat ditemui di Kendari, Minggu malam, mengatakan kebijakan tersebut sebenarnya bukan libur total, melainkan penerapan sistem belajar di rumah atau belajar mandiri.
“Belajar mandiri dengan menggunakan berbagai macam platform. Saya kira ini bukan hal yang baru terkait dengan belajar di rumah. Dulu waktu COVID juga kita lakukan,” kata Aris Badara.
Ia memastikan proses pembelajaran akan tetap berjalan efektif. Pihak sekolah, melalui kepala sekolah, diminta untuk tetap memantau kegiatan belajar siswa dari rumah menggunakan aplikasi seperti Microsoft Teams.
Selain itu, Aris juga menekankan pentingnya kerja sama antara guru dan orang tua melalui komite sekolah untuk memastikan siswa tetap terkontrol.
“Tentu kita berharap kejadian yang ada di masyarakat bisa cepat selesai. Kalau memang dianggap aman satu atau dua hari, ya tentu kita akan percepat terkait dengan belajar di sekolah,” ujarnya.
Aris Badara menegaskan bahwa kebijakan ini diambil semata-mata untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi siswa. Hal ini juga sejalan dengan arahan dari pimpinan daerah.
Dia juga mengimbau kepada para siswa untuk memanfaatkan waktu belajar di rumah dengan baik.
“Kalau belajar kan tentu tiada waktunya untuk turun ke luar, tidak keluar rumah. Tentu semuanya itu tujuannya supaya belajar di rumah saja untuk menjaga kenyamanan, tentu yang paling penting adalah keamanan,” jelasnya.
Meskipun siswa belajar dari rumah, Aris Badara menyebutkan bahwa guru-guru tetap dianjurkan untuk hadir di sekolah jika memungkinkan. Kehadiran guru di sekolah bertujuan untuk memantau pembelajaran dan mempersiapkan materi.
“Tetap seperti biasanya, guru-guru kalau memang memungkinkan juga tetap hadir di sekolah ya untuk memantau dari sekolah,” sebut Aris Badara.
Ia menambahkan substansi pembelajaran tidak berubah. Siswa akan tetap diberikan tugas yang harus diselesaikan, dan ulangan juga akan dilaksanakan sesuai jadwal.
“Tidak ada yang berubah. Tetap juga dikontrol sampai habis jam pelajaran, kalau ada tugas memang juga harus dikumpul sebagaimana biasanya. Memang tempatnya saja ada di rumah, tapi tidak mengubah substansi, tidak mengurangi substansi pembelajaran seperti biasanya,” tambahnya.(ds/ono)