Kanwil Kemenag Sultra Ajak Masyarakat Bijak Bermedia Sosial

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengajak seluruh masyarakat di Bumi Anoa bijak dalam bermedia sosial demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Kepala Kanwil Kemenag Sultra Muhammad Saleh di Kendari, Selasa, meminta kepada seluruh masyarakat untuk menghindari konten-konten yang dapat menimbulkan perdebatan atau pro dan kontra, serta memastikan hal tersebut selaras dengan semangat kerukunan dan persatuan.
“Sebisa mungkin hindari konten-konten yang menimbulkan perdebatan,” kata Muhammad Saleh pada Dzikir dan Doa Kebangsaan Lintas Agama untuk Keselamatan Bangsa dan Negara.
Ia menyebutkan tokoh agama adalah ujung tombak dalam memelihara kerukunan serta persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karena itu, Saleh mengajak para tokoh agama agar bersama menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Menenangkan umat masing-masing melalui pesan damai dan menyejukkan agar tidak mudah terprovokasi dan terhindar dari perpecahan.
“Saya mengajak tokoh lintas agama untuk menjaga keutuhan, kerukunan, kedamaian di negeri kita khususnya di Sulawesi Tenggara. Mari menyampaikan pesan-pesan yang menyejukkan dan menenangkan kepada umat-umat kita. Kita berbeda tetapi rukun,” ujarnya.
Dia berharap doa-doa yang telah dipanjatkan itu dapat diterima Tuhan Yang Maha Esa.
Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra Asrun Lio menyambut baik kegiatan Dzikir dan Doa Lintas Agama untuk Keselamatan Bangsa dan Negara yang digelar Kanwil Kemenag Sultra.
“Agama mengajarkan doa merupakan salah satu kekuatan utama bagi seluruh umat beragama, karena setiap agama mengajarkan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan izin dan pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujar Asrun.
Menurut dia, kegiatan tersebut adalah salah satu ikhtiar spiritual untuk memohon pertolongan Tuhan Yang Maha Esa agar Bangsa Indonesia, khususnya di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara tetap aman dan kondusif, damai dan harmonis di tengah dinamika stabilitas politik dan keamanan yang akhir-akhir ini menjadi keprihatinan bersama.
“Terima kasih kepada para tokoh lintas agama yang hari ini turut hadir sebagai bentuk dukungan upaya mewujudkan suasana aman, damai, dan tenteram sekaligus memanjatkan doa keselamatan untuk negeri ini. Kita semua memahami, doa dan dzikir adalah senjata orang beriman. Dalam dzikir ada ketenangan, dalam doa ada pengharapan dan dalam kebersamaan ada kekuatan,” katanya.
Dia juga menjelaskan jika doa dan dzikir tersebut bisa dimaknai sebagai pengingat jika menjaga kesatuan bangsa bukan hanya merupakan tugas aparat keamanan dan pemerintah, tetapi menjadi tugas semua umat beragama serta lapisan masyarakat.
“Dengan doa kita menguatkan spiritual, dengan kebersamaan kita menguatkan persaudaraan, dan dengan persatuan kita menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.
Asrun menambahkan bahwa mencermati situasi dan kondisi bangsa saat ini, Pemprov Sultra telah mengambil langkah-langkah antisipatif. Substansinya antara lain setiap ASN menjaga sikap dan komunikasi publik dengan tidak membuat pernyataan yang bersifat provokatif, serta senantiasa menggunakan bahasa yang santun, berempati kepada masyarakat dan sensitif terhadap kondisi yang ada.
“Saya berharap melalui kegiatan doa dan dzikir kebangsaan ini dapat menguatkan peran para tokoh agama dalam memberi pencerahan spiritual kepada masing-masing umat beragama. Mari terus menjaga persatuan, menguatkan semangat kebangsaan dan tidak pernah lelah berdoa demi kejayaan negeri tercinta Indonesia,” katanya.(ds/ono)