BP3MI Sultra Imbau Pekerja Migran Melalui Jalur Resmi Cegah Eksploitasi

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengimbau kepada seluruh calon pekerja migran untuk menggunakan atau melewati jalur resmi untuk bekerja di luar negeri demi mencegah terjadinya eksploitasi terhadap para pekerja.
Kepala BP3MI Sultra La Ode Askar saat ditemui di Kendari, Jumat, mengatakan bahwa berdasarkan data yang dimiliki di Sistem Komputerisasi Perlindungan Pekerja Migran Indonesia atau Sisko Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Indonesia terdapat sebanyak 500 warga Provinsi Sultra yang menjadi pekerja migran.
Akan tetapi, sebagian besar warga Sultra itu berangkat atau direkrut untuk bekerja di luar negeri melalui daerah lain, dan bukan dari Provinsi Sulawesi Tenggara.
“Sebanyak 465 orang menjalani proses perekrutan di luar Sulawesi Tenggara, sedangkan 35 orang lainnya menjalani proses perekrutan di wilayah Sulawesi Tenggara, dengan negara penempatan terbanyak adalah Jepang sebanyak 23 orang,” kata La Ode Askar.
Dia menyebutkan jika saat ini juga di Sultra baru terdapat sebanyak tiga perusahaan perekrut atau penempatan pekerja migran Indonesia yang resmi, sesuai dengan ketentuan pemerintah.
Untuk itu, ia mengimbau kepada seluruh calon pekerja migran di wilayah Bumi Anoa agar mengikuti seluruh proses perekrutan dengan jalur-jalur atau menggunakan perusahaan yang resmi dan telah ditetapkan oleh pemerintah, guna mencegah terjadinya eksploitasi dan kekerasan, ataupun hal-hal buruk lainnya.
“Kalau dia berangkat secara resmi bahwa penempatan itu kalau dia lewat P3MI, maka dia harus tercatat di dinas yang membidangi ketenagakerjaan, saya menghimbau pada masyarakat apabila dia langsung direkrut dan langsung dibawa ke Jakarta tidak melalui dinas, maka itu harus hati-hati, boleh jadi itu bagian dari eksploitasi,” ujarnya.
La Ode Askar juga mengungkapkan jika per September 2025 ini pihaknya telah memulangkan pekerja migran sebanyak 30 orang yang mayoritas penempatan Malaysia, empat orang diantaranya dalam kondisi meninggal dunia.(ds/ono)