Sultra Salurkan 53,95 Ton Pupuk Subsidi dari Kementan

Listen to this article
Plt Kepala Distanak provinsi Sulawesi Tenggara Prof. Muhammad Taufik. (Ist)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak), mencatat telah menyalurkan sebanyak 53,95 ton pupuk subsidi dari Kementerian Pertanian (Kementan) di wilayah Bumi Anoa per Agustus 2025.

 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distanak Provinsi Sultra Muhammad Taufik saat ditemui di Kendari, Jumat, mengatakan berdasarkan usulan dari Gubernur Sultra kepada Kementan untuk alokasi pupuk subsidi tahun 2025 totalnya mencapai 105,3 ton.

 

“Penyaluran pupuk subsidi ini terdiri dari pupuk urea, NPK Phonska, dan NPK Formula. Ini semua untuk mendorong penguatan sektor pertanian sekaligus meningkatkan ketahanan pangan di daerah Sultra,” kata Muhammad Taufik.

 

Dia menyebutkan pupuk-pupuk yang telah disalurkan untuk jenis urea sebanyak 19,4 ton dan NPK Phonska 30,9 ton yang tersebar di 17 kabupaten/kota se-Sultra.

 

Kemudian untuk pupuk jenis NPK Formula sebanyak 3.5 ton disalurkan di enam kabupaten, yaitu Kabupaten Kolaka, Konawe, Konawe Selatan, Bombana, Kolaka Utara, dan Kabupaten Kolaka Timur.

 

Muhammad Taufik menjelaskan jika secara persentase baru sekitar 50 persen petani yang menebus pupuk subsidi.

 

“Ini menjadi PR (pekerjaan rumah) kita, khususnya teman-teman penyuluh, kios, dan petugas lainnya agar lebih gencar melakukan sosialisasi sehingga petani mau menebus pupuknya,” jelasnya.

 

Dia mengungkapkan jika untuk tahun ini tata kelola pupuk telah lebih baik dari sebelumnya. Pemprov Sultra juga terus mendorong edukasi para petani agar menggunakan pupuk sesuai dosis rekomendasi.

 

“Untuk menebus pupuk bersubsidi, petani wajib terdaftar di sistem Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK),” ungkapnya.

 

Muhammad taufk menambahkan untuk mencegah penyalahgunaan pupuk, pihaknya telah membentuk komisi pengawasan yang terdiri dari Kepolisian, TNI, Ombudsman, dan dinas terkait untuk selalu memantau pendistribusiannya.

 

“Kalau dulu petani yang mencari pupuk, sekarang pupuk yang mencari petani. Kami sudah bekerja sama dengan Pupuk Indonesia dan berkoordinasi dengan seluruh stakeholder pengawasan pupuk serta pestisida,” tambah Muhammad Taufik.(ds/ono)

Baca Juga !
Tunjukkan Komentar (1)