PKL-PKM FISIP UHO Kendari Wujudkan Pemerintahan Partisipatif Dalam Penanganan Banjir

Listen to this article

 

Foto bersama usai kegiatan di kelurahan Lepo-lepo, Selasa (23/9/2025). (Humas-UHO)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) sekaligus Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Mewujudkan Pemerintahan Partisipatif dalam Penanganan Banjir” di Kantor Kelurahan Lepo-lepo, Kota Kendari.

Kegiatan ini juga menjadi wadah kolaborasi antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah dalam mencari solusi penanganan banjir yang kerap melanda wilayah tersebut.

Dekan Fisip UHO, Prof. Dr. Eka Suaib, M.Si, dalam hal ini diwakili oleh Dr. H. Muhammad Nasir, S.Sos.,M.Si., menyamaikan bahwa program ini merupakan bentuk kolaborasi yang diharapkan dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Program ini merupakan bentuk kolaborasi antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah. Harapan kami, hasil diskusi yang dilakukan hari ini dapat ditindaklanjuti, sehingga pemerintah kelurahan bersama masyarakat bisa mengambil langkah nyata dalam upaya penanganan banjir,” ujarnya.

Muhammad Nasir berharap agar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemerintah Kota Kendari memberikan dukungan berupa fasilitas dan pembangunan infrastruktur untuk mencegah banjir berulang.

Salah satu temuan penting dalam diskusi adalah adanya sedimentasi di muara sungai yang menjadi penyebab utama banjir.

“Pengerukan seharusnya dilakukan, namun hingga kini belum pernah ditangani secara optimal. Dari pihak kampus, kami akan menyusun laporan resmi berdasarkan hasil survei dan diskusi hari ini. Laporan tersebut akan berisi rekomendasi agar program-program serupa dapat dilanjutkan ke depannya,”bebernya.

Muhammad Nasir menuturkan, kegiatan PKL dan PKM Fisip UHO ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun pemerintahan partisipatif yang melibatkan seluruh unsur untuk bersama-sama mengatasi persoalan banjir di Kota Kendari, khususnya di Kelurahan Lepo-lepo.

Adapun dosen dan mahasiswa yang terlibat yakni Ketua Tim La Ode Aslim, SE., M.Si, Muh. Rijal, S. AP., M.AP., La Ode Muhammad Adam Nur, S.AP.,M.IP., serta 15 Mahasiswa dari tiga Prodi yakni Ilmu Pemerintahan, Administrasi Negara dan Ilmu Politik.

Fungsional Analisis Kebencanaan Ahli Madya BPBD Kota Kendari, Muhammad Syahbirin, selaku pemateri dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi kepada Fisip UHO.

“Kami memberikan apresiasi kepada Fisip UHO, karena hari ini telah melaksanakan kegiatan yang menjadi bentuk kerja sama nyata antara pemerintah dan akademisi, khususnya di Kota Kendari, dalam penanganan bencana. Harapan kami sebagai pemerintah adalah agar masalah bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi menjadi tanggung jawab bersama,” ungkapnya.

Ia menerangkan bahwa Pemerintah Kota Kendari telah melakukan berbagai langkah penanggulangan banjir, di antaranya perbaikan drainase, pembangunan tebing penahan kali, serta penyediaan layanan call center kebencanaan sebagai sarana respons cepat.

Sementara itu, Lurah Lepo-lepo, Ridlan Nurung, juga menyampaikan apresiasinya.

“Atas nama Pemerintah Kelurahan Lepo-lepo, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap kegiatan ini. Hal ini sangat penting bagi kami, karena wilayah Lepo-lepo termasuk dalam kategori rawan banjir. Tentunya kegiatan hari ini dapat menindaklanjuti berbagai masukan dari masyarakat terkait penanganan banjir di masa-masa mendatang,” jelasnya.

IRidlan Nurung menambahkan, pertemuan dan kolaborasi dengan masyarakat menjadi catatan penting untuk langkah ke depan.

“Bagi dosen, kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi bisa dilanjutkan dengan langkah nyata lainnya. Sementara bagi mahasiswa, kami melihat peran penting mereka sebagai penyambung lidah masyarakat, khususnya mereka yang terdampak banjir, agar aspirasi dapat tersampaikan dengan baik kepada pihak terkait,” Tutup Ridlan Nurung.(ds/adf)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar