Pelantikan Penjabat Kepala Desa Tahi Ite: Langkah Menjaga Denyut Pemerintahan Desa

DINAMIKA SULTRA.COM, BOMBANA — Di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Bombana, Senin (6/10/2025), suasana tampak khidmat dan penuh makna. Di hadapan para pejabat daerah, tokoh masyarakat, dan unsur Forkopimcam, Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si melantik Moh. Syukur Pimpie, SKM., M.A.P sebagai Penjabat (Pj.) Kepala Desa Tahi Ite Kecamatan Rarowatu.
Pelantikan ini bukan sekadar seremoni formal. Di balik momen itu tersimpan harapan besar agar roda pemerintahan di Desa Tahi Ite tetap berputar dengan tertib setelah kepergian kepala desa sebelumnya.
Pemerintah Kabupaten Bombana menilai, pengisian jabatan tersebut merupakan keputusan strategis untuk mencegah kevakuman pelayanan dan memastikan program pembangunan tetap berjalan.
Di tengah perubahan dan tantangan daerah, keberadaan penjabat kepala desa memiliki arti penting. Ia bukan hanya pengisi kekosongan jabatan, tetapi juga sosok yang menjaga stabilitas sosial di tingkat paling dasar pemerintahan.
Dari pelayanan administrasi, pengelolaan anggaran desa, hingga menjaga kepercayaan masyarakat semua berpulang pada ketulusan dan profesionalisme pemimpinnya.
Melalui pelantikan ini, Pemerintah Kabupaten Bombana menegaskan bahwa desa merupakan fondasi utama dari tata kelola pemerintahan yang efektif. Dengan kepemimpinan yang bersih dan akuntabel, desa diharapkan mampu menjadi garda depan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya integritas, netralitas, dan komunikasi terbuka antara perangkat desa dan masyarakat.
Transparansi dianggap sebagai kunci keberhasilan tata kelola desa modern. Oleh karena itu, penjabat kepala desa diharapkan mampu memimpin dengan sikap terbuka, mengedepankan pelayanan, dan memperkuat sinergi antar lembaga lokal seperti Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Momentum pelantikan ini menjadi pengingat bahwa jabatan pemerintahan bukan hanya tentang wewenang, melainkan juga tanggung jawab moral untuk melayani dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat desa.
Selain aspek pemerintahan, Pemerintah Kabupaten Bombana memberi perhatian khusus pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai motor penggerak ekonomi lokal.
Pengelolaan BUMDes yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan warga dinilai dapat membuka peluang usaha baru di tingkat desa.
Pemerintah berharap, penjabat kepala desa yang baru dapat melanjutkan arah kebijakan tersebut, menjadikan BUMDes sebagai instrumen nyata dalam meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat Desa Tahi Ite.
Pelantikan ini menandai awal babak baru bagi Desa Tahi Ite. Dengan dukungan seluruh perangkat desa, BPD, dan masyarakat, desa ini diharapkan mampu terus tumbuh menjadi contoh tata kelola yang baik di wilayah Rarowatu.
Pemerintah Kabupaten Bombana meyakini, kemajuan desa tidak lahir dari kebijakan semata, melainkan dari sinergi dan semangat gotong royong warganya.
Melalui langkah kecil seperti pelantikan penjabat kepala desa, denyut pemerintahan di akar rumput tetap terjaga membawa harapan baru bagi masyarakat desa.(ds/mdn/ono)