Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sultra Gelar Workshop Pengembangan Koleksi Etnis Nusantara

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tenggara Hj. Usnia, S.K.M, M.K.M saat membuka kegiatan Workshop Pengembangan Koleksi Etnis Nusantara di Lantai 3 Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Sultra, Selasa, (7/10/2025)
DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI- Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara, Selasa (7/10/2025) menggelar kegiatan workshop pengembangan koleksi etnis nusantara, dengan tema “Seleksi dan Pengadaan Koleksi Budaya Etnis Nusantara”.
Kegiatan tersebut dibuka langsung Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara Hj. Usnia, S.K.M., M.K.M diikuti peserta dari Dinas Perpustakaan Kabupaten dan Kota se Sultra dan utusan dari perpustakan sekolah SMA sederajat se Sultra.
Kepada awak media Hj. Usnia mejelaskan, kegiatan Workshop yang berlangsung sehari bertempat dilantai 3 Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara tersebut, untuk menjawab tantangan besar yang saat ini dalam arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang begitu pesat. Sehingga untuk menjawab permasalahan itu, kita harus tetap menjaga, melestarikan dan memanfaatkan khasana budaya dari seluruh nusantara kepada generasi yang akan datang.
Sebab Indonesia adalah mozaik yang memiliki kekayaan beragam bahasa dan budaya, yang merupakan warisan tak ternilai dari para leluhur yang menjadi identitas dan kekuatan bangsa.

Untuk itu Dinas Perpustakaan dan Arsip memiliki peran penting yang strategis sebagai garda terdepan dalam melestarikan dan memanfaatkan koleksi dengan baik dalam bentuk manuskrip kuno, buku, rekaman lisan, foto, maupun arsip.
Lanjut Hj. Usnia Sulawesi Tenggara sendiri memiliki keberagaman suku yang menjadi miniatur kekayaan nusantara, diantaranya suku, Buton, Tolaki, Muna, Moronene, Kulisusu, Bajo, Wawonii dan yang lainnya itu merupakan urgensi pengembangan koleksi etnis.
Tidak hanya dalam bentuk mengumpulkan, tetapi juga mengolah, mengdigitalisasikan, mengpromosikan serta memastikan koleksi tersebut mudah diakses dan bermanfaat bagi masyarakat luas, peneliti dan pelaku budaya.
Sehingga melaui workshop ini dapat melahirkan tekad bagi kita semua dengan empat capaian penting, yaitu: 1, Bisa meningkatkan kopetensi para pengelola perpustakaan dalam melestarikan koleksi nusantara. 2, membangun jaringan kerja antar lembaga dan individu yang peduli terhadap pelestarian budaya daerah di seluruh nusantara. 3, mengembangkan standar dan pedoman yang seragam dalam pengelolaan koleksi etnis sehingga dapat diterapkan secara efektif dan efisien. 4, Mendorong inovasi dalam mengelola dan menyebarluaskan koleksi etnis nusantara baik dalam bentuk cetak maupun dalam bentuk digital.
Kepada peserta Workshop Hj. Usnia berharap dapat menfaatkan workshop ini sebagai tempat berdiskusi berbagi pengalaman dan pengetahuan untuk menjawab tantangan yang dihadapi bersama demi masa depan kebudayaan Indonesia, dan Sulawesi Tenggara khususnya.
Selain Pustakawan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara yang jadi pembicara dari Workshop tersebut juga hadir anggota DPRD Sultra dari Komisi IV Andi Muhammad Zaennuddin, S.Si., M.Si sebagai pembicara.(ds/lis/um)