Fisip UHO Target Akreditasi Unggul

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Dalam rangka meningkatkan kualitas akademik dan memperkuat fondasi menuju akreditasi unggul, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, menggelar program Visiting Professor beberapa waktu lalu, dengan menghadirkan pakar komunikasi nasional, Prof. Dadang Rahmat Hidayat.
Dekan Fisip UHO, Prof. Eka Suaib menyampaikan bahwa kehadiran Prof. Dadang yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Fikom Unpad) dan Ketua Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Pusat, bukan sekadar seremonial.
“Acara ini menjadi momentum strategis untuk meninjau ulang kurikulum, metode pembelajaran, dan relevansi ilmu komunikasi di tengah disrupsi digital,” ujarnya.
Dijelaskan bahwa program Visiting Professor adalah bagian dari strategi besar fakultas untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan fundamental yang dibutuhkan zaman sekarang.
“Ini salah satu cara dengan menghadirkan profesor atau guru besar agar bisa mempengaruhi bentuk fundamental skill mahasiswa, seperti keterampilan komunikasi, kerja sama tim, hingga kemampuan bekerja,” jelas Prof. Eka.
Prof. Eka menekankan, betapa pentingnya menyelaraskan dunia pendidikan dengan dinamika di luar kampus.
“Pendidikan harus punya relevansi dengan masyarakat bisnis dan tuntutan disrupsi. Karena itu, kami dorong metode project-based learning, studi kasus, hingga kolaborasi dengan industri. Hal ini menunjukkan komitmen FISIP UHO untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang cerdas secara teoritis, tetapi juga siap pakai dan adaptif,” terangnya.
Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi Fisip UHO, La Iba mengungkapkan bahwa, kehadiran pakar sekaliber Prof. Dadang bagai oase di tengah perubahan lanskap media yang begitu cepat.
La Iba, Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UHO, menyoroti kebutuhan akan ilmu-ilmu baru.
“Sangat diharapkan ada ilmu-ilmu baru dari para pakar komunikasi, khususnya dari luar. Kehadiran profesor memberi pencerahan, apalagi banyak dosen baru dengan latar belakang beragam. Dengan adanya profesor, mereka bisa mendapat perspektif lebih luas,” ungkap La Iba.
Ia juga menggarisbawahi kepakaran Prof. Dadang yang sangat relevan.
“Beliau adalah pakar komunikasi, profesor di bidang media sosial dan jurnalistik, sekaligus Ketua ISKI Pusat. Kepakarannya sangat relevan bagi mahasiswa dan dosen. Kini terjadi perubahan signifikan, dari media mainstream ke media sosial. Di era Gen Z, viralitas seringkali membentuk opini publik. Ini tantangan besar bagi mahasiswa komunikasi agar lebih kritis dan adaptif,” katanya.
Sementara itu, Dr. Harnina Ridwan selaku Ketua Panitia dan Koordinator Program Studi Ilmu Komunikasi Fisip UHO, membeberkan dampak praktis dari kegiatan ini. Menurutnya, Visiting Professor secara langsung mendukung proses akreditasi jurusan.
“Visiting Professor ini salah satu pendukung akreditasi dalam penyusunan borang. Ada kuliah umum untuk mahasiswa dan knowledge sharing untuk dosen. Mahasiswa mendapat materi langsung dari pakar, sementara dosen belajar banyak tentang penelitian dan pengembangan keilmuan,” papar Dr. Harnina.
Ia menuturkan bahwa, aspek jejaring juga menjadi perhatian utama. Acara ini sengaja dirancang untuk memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi di Sulawesi Tenggara.
“Karena Prof. Dadang adalah Ketua ISKI, maka kami libatkan semua universitas yang memiliki jurusan ilmu komunikasi, seperti Universitas Muhammadiyah Kendari dan Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara,” Tutupnya.(ds/adf)