UHO Kendari Dorong Pemanfaatan Limbah Sebagai Energi Alternatif Ramah Lingkungan

Listen to this article
Ketua Tim Dosen FMIPA UHO, Prof. Dr. Ida Usman, S.Si., M.Si., (pegang mic) menjadi pemateri sosialisasi teknologi tepat guna pembuatan briket dari limbah pelepah aren dan sekam padi serta pelatihan pembuatan gula merah dari nira aren di Kelurahan Lalodati, Kota Kendari. (Humas-UHO)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari menyelenggarakan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Kelurahan Lalodati, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari.

Puncak KKN tematik dilaksanakan sosialisasi pembuatan briket bahan bakar alternatif dan pembuatan gula merah dari nira aren.

Ketua Tim, Prof. Dr. Ida Usman, S.Si., M.Si., menyampaikan selama hampir satu bulan, mahasiswa KKN Tematik aktif melaksanakan berbagai kegiatan kemasyarakatan yang meliputi sosialisasi anti bullying di sekolah-sekolah serta berbagai pendampingan kepada warga sekitar.

Namun, kegiatan yang paling menonjol dan menjadi puncak adalah sosialisasi teknologi tepat guna pembuatan briket dari limbah pelepah aren dan sekam padi serta pelatihan pembuatan gula merah dari nira aren yang dilaksanakan Minggu, 19 Oktober 2025.

Pemilihan program pembuatan briket dinilai sangat tepat, mengingat kelurahan Lalodati memiliki banyak limbah biomassa, khususnya pelepah aren, yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

“Kegiatan pembuatan briket sebagai bahan bakar alternatif merupakan program yang sangat tepat mengingat di daerah Lalodati terdapat berbagai bahan limbah biomassa terutama limbah pelepah aren,” terang Prof. Ida.

Antusiasme warga sangat tinggi dalam mengikuti sosialisasi tersebut. Perwakilan setiap RT di Kelurahan Lalodati terlihat aktif bertanya dan mencoba langsung proses pembuatan briket.

Demonstrasi pembuatan briket berjalan lancar dan memberikan pemahaman baru tentang pemanfaatan limbah sebagai energi alternatif yang ramah lingkungan.

Tidak kalah menarik adalah sosialisasi pembuatan gula merah dari air nira aren, merupakan program tambahan berdasarkan usulan Lurah Lalodati, Edy Tawakkal Konggoasa, SM.

Dalam diskusi terkait program KKN Tematik, Lurah Edy menyampaikan bahwa potensi nira aren di Lalodati sangat besar sehingga pelatihan ini dapat menjadi peluang usaha bagi warga.

“Sangat menarik tentunya jika diadakan pelatihan pembuatan gula merah, dikarenakan Kelurahan Lalodati merupakan salah satu penghasil air nira,” katanya.

Hasil pembuatan gula merah yang dipandu tim dosen dan mahasiswa KKN Tematik menunjukkan kualitas yang sangat baik dari segi warna dan rasa.

Melihat hasil positif ini, Lurah Lalodati berencana menggerakkan para ibu PKK untuk mengembangkan usaha gula merah sebagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.

“Ibu-ibu PKK kalau bisa kegiatan pembuatan gula merah dimasukkan ke dalam program,” imbuhnya.

Kegiatan sosialisasi ini berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan, menunjukkan sinergi yang kuat antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat dalam mengembangkan inovasi yang bermanfaat secara langsung bagi Kelurahan Lalodati.

Program ini menjadi contoh nyata bagaimana KKN Tematik mampu memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kesejahteraan dan pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan.

Dengan berakhirnya sosialisasi ini, diharapkan keberlanjutan program pembuatan briket dan gula merah dapat terus didukung oleh seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah setempat sebagai langkah awal menuju kelurahan yang mandiri dan ramah lingkungan. (ds/adf)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar