Kendari Hemat Anggaran Siapkan Kendaraan Listrik Bagi ASN

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), menyiapkan penggunaan kendaraan listrik sebagai operasional untuk para aparatur sipil negara (ASN) agar menghemat anggaran.
Wakil Wali Kota Kendari Sudirman saat ditemui di Kendari, Selasa sore, menyampaikan bahwa pemkot setempat akan mempersiapkan untuk menggunakan kendaraan listrik, karena produk tersebut bisa menghemat 30 persen bahan bakar dibanding kendaraan umum.
“Kami akan mencoba ke depannya menggunakan produk ini. Kami diskusikan dulu dengan Ibu Wali Kota,” katanya lagi.
Sudirman mengatakan dari segi desain produk kendaraan listrik tidak kalah menarik untuk dijadikan kendaraan operasional pemkot. Selain itu, sumber daya kendaraan tidak lagi menggunakan bahan bakar minyak (BBM), tetapi bertenaga listrik.
Menurutnya, dengan penggunaan daya tersebut, bisa menghemat anggaran dan perawatan kendaraan operasional yang selama ini dialokasikan pemerintah daerah.
“Karena bahan bakar dari listrik, mungkin bisa menghemat lebih dari 70 persen dari biaya yang digunakan selama ini untuk bahan bakar. Jadi, cukup satu kali charger satu jam bisa dipakai satu minggu,” ujar Sudirman.
Ia mengatakan upaya tersebut sesuai dengan kondisi dan kebijakan pemerintah yang menghemat anggaran (efisiensi).
Sudirman mencontohkan selama ini biaya bahan bakar untuk ASN di Pemkot Kendari mencapai Rp300 juta sampai dengan Rp500 juta dalam satu tahun. Namun, dengan produk kendaraan listrik itu, bisa memangkas biaya sebesar Rp100 juta.
“Kalau sudah digunakan oleh pegawai dan ASN kami, bisa dicharger di kantor,” katanya lagi.
Sudirman juga mengatakan pemkot setempat mengapresiasi hadirnya bengkel kendaraan listrik di Kendari sebagai salah satu produsen mobil listrik yang menggunakan energi terbarukan.
Produsen mobil listrik ini juga sejalan dengan wacana pemerintah kota ini, yang mengutamakan keberlanjutan lingkungan dalam pembangunan daerah.
“Jadi kota Kendari juga visi misinya pembangunan berkelanjutan, penggunaan energi terbarukan,” ujarnya.
Selain itu, dengan hadir produsen kendaraan listrik di Kendari bisa berkolaborasi swasta dengan pemerintah kota dalam mewujudkan pembangunan daerah melalui inovasi dan teknologi.
Sudirman menyampaikan dengan investasi di bidang industri, juga membawa dampak sosial bagi masyarakat, karena menciptakan lapangan kerja, transfer teknologi yang ramah lingkungan.
Untuk itu, Sudirman berharap agar masyarakat nanti bisa menggunakan kendaraan listrik untuk aktivitas yang lebih efisien.
“Ini adalah bentuk kemajuan yang menambah nilai ekonomi dan memperkuat daya saing kota menuju era industri hijau menjadi kota modern,” kata Sudirman lagi.(ds/ono)