Sekda Sulsel: Sekolah Rakyat Membangun Masa Depan Berakar Nilai Lokal

Listen to this article
Sekda Provinsi Sulsel Jufri Rahman menjadi pembicara pada acara Persiapan Sekolah Rakyat 2025 dan Pengusulan 2026 di Makassar. (ds/ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulsel)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, MAKASSAR – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman mengatakan Sekolah Rakyat bukan hanya program pembangunan fisik melainkan bagian dari upaya membangun masa depan bangsa melalui pendidikan yang berakar pada nilai lokal dan semangat kemandirian.

 

Sekda Jufri dalam keterangan di Makassar, Rabu, mengatakan Sekolah Rakyat dirancang tidak hanya untuk mencerdaskan peserta didik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur yang menjadi identitas budaya lokal.

 

Ia menjelaskan konsep kearifan lokal perlu menjadi muatan lokal dalam pendidikan agar karakter peserta didik terbentuk sejak dini.

 

Hal ini, kata dia, juga sejalan dengan visi pemerintah dalam memperkuat nilai-nilai budaya di tengah arus globalisasi.

 

Ia menjelaskan suatu bangsa yang memiliki nilai peradaban tinggi, seperti Arab Saudi, China, Jepang, termasuk Bugis-Makassar dan Jawa, memiliki aksara tersendiri.

 

“Aksara itu harus diajarkan karena tidak bisa ditularkan melalui pergaulan,” ujarnya pada acara Persiapan Konstruksi Sekolah Rakyat Tahun 2025 dan Koordinasi Usulan Sekolah Rakyat Tahun 2026.

 

Ia menyampaikan apresiasi kepada semua pihak, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Sosial (Kemensos), serta pemerintah kabupaten/kota yang terus menunjukkan komitmen dalam mendukung program Sekolah Rakyat.

 

Sekolah Rakyat merupakan program nasional hasil sinergi Kemensos dan Kementerian PUPR yang ditujukan kepada anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Pemerintah Provinsi Sulsel telah memenuhi seluruh persyaratan administratif yang diminta pemerintah pusat terkait dengan program Sekolah Rakyat.

 

“Kadis Sosial Provinsi Sulsel Malik Faisal telah bekerja siang dan malam untuk memastikan semua syarat terpenuhi,” kata dia.

 

Hingga saat ini, sudah ada sembilan titik permanen Sekolah Rakyat dengan harapan tahun depan bisa bertambah enam titik di daerah setempat.

 

Ia mengharapkan pemerintah kabupaten/kota terus menyiapkan lahan agar dapat mengajukan diri sebagai lokasi baru Sekolah Rakyat.

 

Ia mengatakan keberhasilan program Sekolah Rakyat tidak hanya bergantung pada pembangunan gedung atau fasilitas, melainkan juga sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga sosial, dan masyarakat.

 

“Dengan semangat kebersamaan inilah, kita akan mempercepat pemerataan pendidikan dan memperkuat fondasi sumber daya manusia Sulsel serta mempertegas Sekolah Rakyat sebagai simbol kesetaraan, kemandirian, dan masa depan anak-anak Sulsel,” katanya.(ds/antara)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar